
LAMPUNG — Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung menyatakan akan melakukan mogok distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar. Mereka mengancam untuk tidak menjual BBM bersubsidi jika PT Patra Niaga tidak bisa membenahi kuantitas dan kualitas pengiriman BBM bersubsidi ke SPBU.
Sikap tegas ini merupakan buntut operasi tangkap tangan pencurian BBM pada truk BBM BE-9244-LC di Jalan KH Ahmad Dahlan, Telukbetung Utara, Rabu (19/8) kemarin. Buntut dari peristiwa tersebut, menurut ketua DPC Hiswana Migas Lampung Toto Herwantoko dalam konferensi pers bersama jajarannya di kantor Hiswana Migas Lampung, Bandarlampung menyatakan anggotanya tidak akan menjual BBM bersubsidi ke masyarakat.
“Kejadian penyelewengan bahan bakar bersubsidi ini tidak bisa dibiarkan karena yang rugi adalah masyarakat, rakyat yang seharusnya memperoleh BBM bersubsidi,” ungkap Toto yang juga juga Wakil Ketua DPRD Lampung dalam pernyataannya kepada sejumlah media massa itu Jumat (21/8/2015).
Ia menerangkan, sedikitnya untuk satu tangki berisi 16 ton BBM bersubsidi perhari, SPBU merugi Rp.40 juta perbulan. Ia menerangkan berdasarkan data Hiswana Migas saat ini di Provinsi Lampung ada 144 unit SPBU, ditengarai semua SPBU terkena dampak pencurian.
“Bisa dihitung beberapa dana subsidi negara menguap dan tak sampai ke rakyat. Total penyaluran premium bersubsidi di Lampung mencapai 2.200 kilo liter (KL) perhari dan solar bersubsidi mencapai 1.400 KL,”terangnya.
Kecurangan dan penyelewengan terindikasi berdasarkan temuan di lapngan diantaranya pengukuran isi yang tidak benar oleh oknum UPTD Meteorologi Lampung, sopir pengantar BBM bersubsidi yang dengan sengaja mengurangi isi tangki dalam perjalanan atau dikenal dengan “kencing”.
Toto berharap instansi terkait dan pihak kepolisian menindak tegas para oknum pelaku penyelewengan BBM bersubsidi yang merugikan para penguasaha SPBU dan merugikan masyarakat banyak yang berhak atas BBM bersubsidi tersebut.
Sementara itu dari pantauan Cendana News beberapa SPBU terlihat masih melayani penjualan BBM bersubsidi diantaranya di SPBU 24.355.95 di Jalan Lintas Timur Lampung dan juga di SPBU 21.101.02 Kalianda masih tetap melayani penjualan.


SABTU, 22 Agustus 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo