Dampak Kemarau, Ukuran Pepaya di Balikpapan Lebih Kecil


BALIKPAPAN — Hujan yang kunjung datang dalam satu bulan terakhir pengaruhi kualitas produksi tanam Pepaya mini di Balikpapan. Kondisi tersebut menyebabkan ukuran Pepaya jadi lebih kecil. semula berat per buah 250 gram menjadi 166 gram atau biasanya 1 Kg isi 4 buah sekarang 6 buah.
“Namun demikian tidak mempengaruhi volume produksinya dan diyakini saat musim hujan datang kualitas pepaya kembali normal,”kata Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan, Yoesmianto dalam sebuah kesempatan, Jumat (31/7/2015).
Tidak hanya kendala musim hujan, untuk pemasaran pepaya mini ini Yosmianto mengatakan, saat ini masih dijual dipasar tradisional dan salah satu supermarket di kalimantan timur.
“Sekarang masih dilokal. Dulu pernah kirim ke Jakarta satu kontainer namun hasilnya pepaya mini sudah lebih dulu rusak saat diperjalanan,” ujarnya.
Ia menambahkan masih mencari cara bentuk pemasaran yang tepat untuk dikonsumsi tidak hanya wilayah provinsi Kalimantan timur. Saat ini juga mulai dikirim ke rumah sakit sebagai menu namun permintaan tidak banyak.
Saat ini luas lahan untuk tanam Pepaya sebesar 60 hektare tersebar di kelurahan Teritip, Lamaru dan Karang Joang.
Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah bibit baru untuk meningkatkan volume produksi. Dan target produksi sebanyak 2.160 ton yang dibebankan tahun ini bakal tercapai. Jumlah itu setara dengan realisasi tahun 2014.
JUMAT, 31 Juli 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...