![]() |
| Karangan bunga untuk angeline |
Tren
- Antek Asing vs Resiprositas
- Pola Kritik Era Prabowo
- Ekonomi Ramadhan
- BEM dan Mental Inlander
- LPDP Prioritas Aktivis
- Ekonomi Pancasila dan Implementasinya
- “Diplomasi Proyek” Presiden Prabowo
- Koperasi Merah Putih: New KUD?
- Ramadhan: Ibadah Individual Energi Peradaban
- Imkanur Rukyat, Wujudul Hilal, Rukyatul Global: Makna Hukum Paling Dekat
JAKARTA – Kematian Angeline (8) asal Sanur Bali telah menyita selain telah menyita perhatian banyak kalangan di Indonesia, juga mengundang keperihatinan United Nations Children’s Fund (UNICEF), organisasi internasional yang konsen memperjuangkan dan membela hak-hak anak dari tindak kekerasan.
“Unicef mengecam tindakan kekerasan yang berujung pada kematian Angelina, di Sanur Bali dan meminta aparat hukum dan pemerintah Indonesia menindak tegas serta memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku pembunuhan dan kekerasan” kata Kinanti Pinta Karana Communication Specialist UNICEF Indonesia melalui press rilisnya via email, Jum’at (12/6/2015).
Kinanti mengatakan, kasus kekerasan sampai berujung kematian terhadap anak, bukan hanya baru sekali terjadi di Indonesia, bahkan sudah berulangkali, meliputi kekerasan fisik, emosional dan pengabaian, serta kekerasan seksual.
Sayangnya, kekerasan terhadap anak-anak terjadi di mana saja, di setiap negara dan di setiap tingkat masyarakat, namun pemerintah dan aparat hukum jarang sekali memberikan hukuman berat pada pelaku tindak kejahatan dan kekerasan terhadap anak.
“Indonesia termasuk negara dengan kasus kekerasan terhadap anak paling terparah, bahkan bisa berujung pada kematian korban, seperti dalam kasus Angeline. Kekerasan seksual dan abuse kerap memiliki dampak negatif jangka panjang terhadap semua anak yang menjadi korban kejahatan itu,”katanya.
Karena itu, atas nama semua anak, UNICEF menyerukan kepada semua orang, semua kita masyarakat Indonesia, jangan hanya karena Anda tidak bisa melihat kekerasan, tidak berarti hal itu tidak terjadi. Jika masyarakat menyadari bahwa seorang anak menjadi korban kekerasan dan abuse, kita semua harus bicara mengatakan perang pada segala bentuk kekerasan terhadap anak.
“UNICEF menghimbau kepada masyarakat supaya menjadikan mereka yang tidak tampak menjadi terlihat. Semua anak memiliki hak untuk dilindungi dari kekerasan dan abuse”
——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis : Turmuzi
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...