![]() |
| Kebakaran 34 rumah dan satu tempat ibadah |
CENDANANEWS (Jayapura) – Si jago merah melahap 34 rumah warga dan satu unit rumah ibadah, Gereja Pentakosta Haleluya Indonesia (GPHI). Kebakaran diduga dari meledaknya sekering listrik antara gerhana dan rumah warga. Kerugian materi diduga ratusan juta rupiah, tidak ada korban dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 09.25 wit.
Tiga puluh empat rumah rumah termasuk asrama Detasemen Jasa dan Angkutan Kodam XVII/Cenderawasih yang berada di Weref Pantai tersisa dengan puing-puing arang kayu. Si jago merah mengamuk sekitar dua jam lebih.
Angin yang kencang dari arah laut, membuat si jago merah terus merampat hingga puluhan rumah tak dapat diselamatkan dari kobaran api. Berapa buluh menit kemudian 4 unit pemadam kebakaran tiba dislokasi kejadian untuk memadamkan api.
Selain itu, lima unit mobil tangki air penyuplai juga didatangkan untuk membantu pemadaman api yang mulai merembet ke asrama detasemen jasa dan angkutan umum Kodam XVII/Cenderawasih.
Ema Wona (30), salah satu korban kebakaran yang juga saksi mata dalam kebakaran tersebut mengaku saat kejadian dirinya mendengar ada bunyi ledakan yang berasal dari sekering listrik di gereja, dirinya hendak mengambil air untuk memadamkan percikan api yang mulai membesar. Namun, lanjutnya, ia tidak dapat memadamkan apinya, karena api telah membesar.
“Saya hanya bisa menyelamatkan diri saya dari kobaran api yang sudah melahap tripleks kayu dinding di rumah, dan kasur juga sudah terbakar,” kata Ema, Selasa (02/06/2015).
Rumahnya dekat dengan gereja GPHI Jemaat Elsaddai, Weref. Ia juga mengaku memang benar ada anak-anak kecil yang saat itu bermain lilin. Tetapi, menurutnya bukan dari itu, melainkan korsleting listrik di sekring.
Sementara itu, Wandy, salah satu warga lainnya mengaku ia hanya melihat ada satu rumah bagian laut mengeluarkan asap tebal disertai api. Setelah dirinya mendekati, ternyata rumah tersebut terbakar dan sudah merambat ke rumah lainnya yang berdempetan.
“Sebagian besar rumah semi permanen, dan memang angin kencang kearah darat, jadi api cepat sekali merembet ke rumah lain, beruntung ada tembok batu yang menghalangi. Jadi tidak merambat ke gudang senjata dan markas tentara,” kata Wandy.
Sekitar pukul 11.20 wit, si jago merah berhasil dipadamkan. Dari pantauan Cendana News dislokasi kejadian, sedikitnya 77 jiwa dari 34 kepala keluarga berhasil selamat dari insiden tersebut.

——————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-