| Ruhut Sitompul |
Tren
- TKI dan Dakwah Islam
- Keseleo Pikir Presiden Prabowo Ketika Menuduh Kebijakan Sosial Ekonomi Pak Harto Neoliberal
- Presiden Prabowo dan Londo Ireng
- Oposisi, Frustrasi, dan Demokrasi
- Enam Bulan BoP Gaza
- Tiga Setengah Abad atau Kurang, Kenapa Jadi Polemik?
- Dominasi Pengelola SPPG vs Keadilan Sosial
- KDMP: Pangan, Transmigrasi dan Daerah 3T
- MBG Watch: Platform Pengawasan Digital
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
JAKARTA – Politikus Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul mempertanyakan pernyataan koleganya, Sutan Bhatoegana yang menyebut putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ruhut mengatakan bahwa Statement Sutan dengan menyebut Ibas turut berperan dalam proses lelang proyek di SKK MIGAS ketika dipimpin Rudi Rubiandini adalah tidak masuk akal.
“Ini ibarat masuk jurang, (Sutan) belum sampai (jurang) karena masih sampai persidangan. Agar tak sampai jurang, ada akar, kayu, dia pegang. Coba persidangan kemarin, dia ketemu gak? Jadi gak usah didebatkan,” kata Ruhut, Jum’at (5/6/2015).
Dia menuding bahwa ucapan sahabatnya tersebut (Sutan) salah satu bentuk kekecewaan yang mendalam, dikarenakan Partai Demokrat tidak membantu ia dalam proses hukumnya.
“Dia masuk jurang berharap Pak Susilo bela dia, Demokrat bela dia, ya enggak lah, siapa suruh loe korupsi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan proyek pembangunan anjungan lepas pantai (offshore) Chevron di SKK Migas itu telah dimenangkan oleh PT Timas Suplindo. Tetapi, setelah berhasil dan menunggu teken dari Rudi Rubiandini, surat tersebut tak kunjung ditandatangani olehnya.
Sementara menurut Sutan, hal itu disebabkan karena Rudi Rubiandini telah ditekan oleh Ibas dan Deni Karmaina selaku Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala yang mengawal PT Saipem Indonesia. Deni, adalah partner Eka Putra di Bima Sena Gedung ‘The Dharmawangsa’ Jakarta yang tidak lain dan tidak bukan yakni teman dari Ibas.
——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...