Pasar Seni Sukawati butuh Promosi Inovatif untuk Tingkatkan Omset

Pasar Seni Sukawati
DENPASAR – Pasar Seni Desa Pakraman Sukawati diresmikan pada tanggal 28 Juli 2009 oleh Bupati Gianyar kala itu, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, terletak di area Pasar Seni Sukawati jalan raya Sukawati yang memiliki keunikan suasana tersendiri. Saat memasuki kawasan wisata jalan Sukawati, maka akan disuguhi pemandangan para pedagang barang-barang seni di sepanjang jalan.
Pasar Seni Desa Pakraman Sukawati menjual berbagai busana dan aksesoris khas Bali, lukisan, dan busana muslim bermotif kebudayaan Bali, yang sebagian besar berasal dari buah tangan penduduk sekitar Desa Sukawati. Namun disaat liburan sekolah ini pedagang belum merasakan kenaikan omset yang signifikan. 
Wayan Dwiratih, pedagang baju yang menempati kios terdepan di pasar menjelaskan jika bulan liburan agak kurang ramai, nanti saat liburan akhir tahun maka omset naik beberapa kali lipat dari biasanya.
“Disini biasa datang wisatawan asing, atau wisatawan lokal yang memang hanya berkunjung ke Bali bersama keluarga, makanya tempat parkir tidak terlalu besar. Untuk Bus Wisata dengan wisatawan lokal biasanya ke Pasar Seni Guwang, tidak jauh dari sini,” kata Wayan.
Dalam pantauan, ada satu Bus wisata besar yang masuk membawa siswa/i SMK NU 01 Kendal, Jawa Timur. Mereka menikmati berkeliling santai sambil memilih-milih barang incarannya masing-masing. 
April, Chika, Ulil, dan Ahmad, siswa/i kelas dua SMK NU 01 Kendal kelelahan berkeliling namun belum mendapatkan apa yang mereka inginkan. 
“Disini barangnya bagus-bagus, wajar harganya agak mahal, tapi belum saya tawar karena bukan barang yang saya inginkan. sayang sekali barang yang saya cari tidak ada,” ujar Chika.
Para pedagang Pasar Seni Sukawati menginginkan kedepannya ada perluasan lahan parkir di area Pasar Seni Desa Pakraman Sukawati. Mereka juga berharap tidak hanya menikmati kenaikan omset di liburan akhir tahun saja, akan tetapi dalam setiap waktu libur di Indonesia. Hal ini berkaitan erat dengan bagaimana pemerintah provinsi menemukan cara yang lebih inovatif dalam melakukan terobosan promosi pariwisata Bali.

——————————————————-
Rabu, 10 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...