![]() |
| Jagung yang dipasok dari Banyuwangi |
DENPASAR – Komoditas jagung masih belum menjadi pilihan utama dari petani di Bali, karena mayoritas bahan pokok pengganti nasi tersebut dipasok dari luar, yakni dari Banyuwangi dan Lombok.
“Saya biasanya memasok dari Banyuwangi dan lombok. Kemasannya sudah dalam karung-karung rapih siap jual seperti layaknya beras,” kata seorang pedagang sembako di Bali, Ketut kepada media ini, Minggu (7/5/2015).
Disebutkan, petani karangasem lebih memilih menanam jagung untuk keperluan sehari-hari sebagai bahan baku membuat jajanan persembahan upacara keagamaan, bahan campuran makanan ternak, dan sebagai konsumsi berupa jagung rebus dan jagung bakar.
Lahan-lahan jagung yang ada hanyalah memanfaatkan jeda waktu lahan persawahan yang baru selesai panen, atau memanfaatkan lahan kecil disamping rumah.
Harga jagung berbagai jenis di karangasem adalah 3,500 rupiah per kilogram. Dari jagung merah manis dari jawa, maupun jagung tawar dan manis dari lombok semua dijual dengan harga sama per kilogramnya.
” terkadang ada kenaikan, tapi itu berkisar antara 50 sampai 100 rupiah per kilogram. Hal itu biasanya disebabkan biaya angkutan entah karena cuaca buruk dijalan, atau hal-hal lainnya,” jelas Ketut menambahkan.
Harapan Ketut ke depannya para petani karangasem bisa mencoba bercocok tanam jagung dengan lebih serius. Pasarnya ada dan cukup menjanjikan. Sangat disayangkan jika disia-siakan begitu saja.

——————————————————-
Minggu, 7 Juni 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-