![]() |
| Seorang warga saat hendak membeli telur di salah satu kios penjual telur dalam jumlah besar |
MATARAM – Memasuki bulan suci ramadhan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram mulai merangkak naik dan kenaikan tersebut diperkirakan akan terus berlansung hingga lebaran mendatang, telur misalkan yang tadinya perbutirnya dijual dengan harga 1.500 per butir, naik menjadi 1.700 per butir.
Nurhasanah, salah satu warga asal Kelurahan Pejeruk Ampenan yang sehari-harinya berjualana sayur-sayuran dan sejumlah kebutuhan pokok di kios pribadinya mengatakan, harga telur di pasar sekarang ini sudah mulai naik dari harga sebelumnya, padahal bulan ramadhan belu saja tiba.
“Kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok jelang bulan ramadhan seperti sekarang termasuk telur memang sudah biasa terjadi, bahkan biasanya akan terus berlansung hingga lebaran besok, kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat selama bulan ramadhan dan jelang lebaran” kata Nurhasanah, Selasa (9/6/2015).
Dengan kenaikan tersebut lanjut Hasanah, kita sekarang ini kurang terlalu berani membeli telur dalam jumlah banyak dan mau tidak mau kita juga terpaksa harus menaikkan harga telur menjadi 2.000 perbiji, harga tersebut belum dikurangi untuk ongkos, kalau tidak begitu bisa rugi kita.
Endang warga Kelurahan Dasan Agung Mataram mengaku seringkali kewalahan dalam mengatur keuangan belanja kebutuhan dapurnya, lebih-lebih pada bulan suci ramadhan, karena semua bahan-bahan kebutuhan dapur pada naik, tanpa terkecuali telur yang bisa menjadi menu wajib keluarganya.
“Tapi mau bagaimana, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya Cuma bisa berharap lonjakan sejumlah kebutuhan pokok tersebut tidak sampai kelewatan tinggi, terutama beras kalau bisa selama ramadhan pemerintah mengadakan operasi pasar atau membagikan beras raskin yang bagus dan tidak bau,”katanya.
——————————————————-
Selasa, 9 Juni 2015
Jurnalis : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-