![]() |
| Angkot di Terminal Pelabuhan Bakauheni |
LAMPUNG – Keberadaan angkutan kota (Angkot) di terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu moda transportasi bagi warga. Angkutan kendaraan berwarna dominan kuning tersebut merupakan angkutan jurusan Bakauheni kota Kalianda, Lampung Selatan Provinsi Lampung.
Keberadaan angkutan bagi warga tersebut sejak empat tahun terakhir mulai kurang diminati oleh warga yang akan menempuh perjalanan jarak dekat. Keberadaan moda transportasi jenis ojek dengan kendaraan bermotor serta kendaraan jenis travel menjadi salah satu pemicunya.
Makin berkurangnya minat penumpang menggunakan moda transportasi angkot tersebut dibenarkan oleh salah satu sopir angkot di Pelabuhan Bakauheni, Roni (37). Menurutnya tak bisa dipungkiri para calon penumpang lebih memilih ojek karena lebih cepat.
“Kalau kita tidak pintar pintar mencari penumpang biasanya sudah naik ke ojek, kita justru mendapat penumpang yang jumlahnya rombongan lebih dari tiga yang tujuannya sama dan dalam jarak dekat,” ujar Roni saat ditemui Cendananews.com di terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni, Selasa (9/6/2015).
Ia mengungkapkan penumpang biasanya tak bersabar karena kendaraan jenis angkot lebih lama “ngetem” (menunggu penumpang lain) sehingga penumpang lebih memilih ojek bahkan travel. Kondisi tersebut semakin mengurangi pendapatan angkot yang dimiliki oleh Roni. Kondisi tersebut berbeda dengan empat tahun lalu sebab travel belum begitu banyak dan angkot masih jadi pilihan.
“Untung angkot punya sendiri bukan setoran kalau setoran ga dapat ujung kita bang, habis di bensin dan setoran,” ujarnya.
Sementara itu salah satu penumpang tujuan Kalianda, Samiatun (35) yang baru turun dari Pelabuhan Bakauheni mengaku dahulu sering menggunakan angkot yang berwana kuning tersebut namun kini lebih memilih lebih baik berjalan kaki ke pintu keluar Pelabuhan Bakauheni untuk mencari travel yang sudah siap berangkat.
“Meski ongkos lebih mahal namun agar lebih cepat sampai ya terpaksa naik travel, kelamaan nunggu angkot ngetemnya lama,” ujar Samiatun.
Kondisi tersebut menurut sopir lain Hamdani (40) dirasakan saat kondisi penumpang sedang sepi. Namun saat arus lebaran maupun liburan bahkan arus mudik lebaran banyak juga penumpang yang masih menggunakan moda transportasi angkot.
“Namanya hidup harus sabar dan rejeki pasti ada yang atur, kalau masih banyak penumpang kita syukuri kalau tidak ya tetap bersyukur,” ungkap Hamdani.
Hamdani bahkan menyiasati kondisi tersebut dengan menjadikan mobil angkotnya sebagai mobil abonemen(langganan) antar jemput sekolah sehingga ada penghasilan di luar narik angkot. Sementara itu aktifitas menarik angkot dilakukan setelah antar jemput anak sekolah selesai dikerjakan dan lebih tidak ada yang memberinya target sebab kendaraan angkot tersebut sudah miliknya.
Hingga kini menurut petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni Ramsi (34) ada sekitar 110 angkot warna kuning. Sementara itu untuk angkutan travel jurusan Lintas Timur sebanyak 5 perusahaan travel dengan beberapa armada, luar kota sebanyak 3 perusahaan travel dengan puluhan kendaraan travel, dalam kota 11 perusahaan travel dengan puluhan kendaraan.


——————————————————-
Selasa, 9 Juni 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-