![]() |
| Pasar Tradisional Balikpapan |
CENDANANEWS (Balikpapan) – Kenaikan indeks harga seluruh kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga sepanjang bulan Mei 2015 akibatkan inflasi kota Balikpapan sebesar 0,75 persen.
“Kelompok komoditi pengeluaran konsumsi rumah tangga, bahan makanan mengalami kenaikan sebesar 3,29 persen dengan andil yang cukup dominan terhadap terbentuknya inflasi sebesar 0,68 persen,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan Nur Wahid.
Nur Wahid menjelaskan komoditas penyumbang inflasi terbesar dikelompoknya yakni sawi hijau, ikan layang, kangkung, daging ayam ras, ikan kembung, telur ayam ras dan cabe rawit.
Namun ada juga sejumlah bahan makanan yang mengalami penurunan harga. Hanya saja tekanan yang diberikan terhadap deflasi lebih rendah. Antara lain beras, minyak goreng dan labu parang.
Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi andil inflasi terbesar kedua yakni 0,0378 persen. Disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok yang memberikan andil inflasi sebesar 0,0141 persen, kelompok sandang dengan andil inflasi kota sebesar 0,0146 persen.
Kelompok kesehatan menyumbang 0,0009 persen terhadap inflasi dan kelompok transportasi, komunikasi & jasa keuangan memberikan andil inflasi sebesar 0,0103 persen. Adapun kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga mengalami deflasi -0,01 dan memberikan andil sebesar -0,0003 persen.
“Andilnya sangat kecil sub kelompok yang mengalami penurunan hanya rekreasi sebesar -0,02 persen sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga hanya VCD/DVD Player dan TV. Sehingga tidak mampu memberi tekanan besar untuk membentuk deflasi,” jabar, Selasa (2/6/2015).
Ketika ditanya potensi inflasi pada Juni yang juga bertepatan dengan tahun ajaran baru masuk sekolah dan Ramadan, Nur Wahid enggan mengira-ngira. Namun tidak dapat dipungkiri inflasi semakin mengancam lantaran sejumlah bahan makanan telah lebih dulu mengalami kenaikan yang cukup mencolok. Di antaranya ikan, ayam potong, bawang merah, cabe dan gula pasir. Terlebih jika Ramadan tiba
Peran pemerintah yakni memberi kemudahan distribusi bahan makanan dan menjamin ketersediaan pasokan dengan terus melakukan koordinasi bersama para pemasok. Sedangkan peran masyarakat, menjaga konsumsi sehingga tidak menjadi berlebihan.
Nur Wahid melanjutkan, kondisi itu berbanding terbalik dengan April lalu yang justru mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.
“Saat itu bahan makanan terkenal sebagai endemi inflasi, justru menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga cukup signifikan sebesar 3,51 persen dengan andil yang cukup besar terhadap deflasi. Yang sebesar 0,7449 persen,” sebutnya.
Akibat inflasi yang terjadi di bulan Mei membentuk inflasi kalender sebesar 2,13 persen dan inflasi selama setahun terakhir (Year on Year) sebesar 7,39 persen.
——————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis : Ferry cahyanti
Fotografer : Ferry cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-