![]() |
| Ketua Komisi Informasi, Agus Marta saat berbicara di acara ekspos Somasi NTB terkait indikasi penyimpangan anggaran oleh kandidat calon kepala daerah di sejumlah Kabupaten Kota NTB, jelang Pilkada |
CENDANANEWS (Mataram) – Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi (Somasi) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengemukakan trend penggelapan anggaran jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh calon kepala daerah terus mulai kelihatan dan terus meningkat. Anggaran tersebut ditengarai digunakan untuk kepentingan mobilisasi pemilih.
“Trend penggelapan anggaran jelang pilkada tinggi, baik anggaran tidak terduga, anggaran belanja hibah dan bantuan sosial. Beberapa kasus menjelang satu tahun pelaksanaan pilkada penggunaan dana bantuan hibah dan tak terduga meningkat,” ujar peneliti Somasi, Hendriadi di Mataram, Senin (11/5/2015).
Hendriadi mengatakan, sejak 2003 berdasarkan pantauan pada pelaksanaan pilkada yang usai berlangsung. Penggunaan anggaran dan pemberian bantuan jelang pilkada meningkat. Dirinya mengindikasikan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk kepentingan politik dan memobilisasi masyarakat.
Menurutnya, penggelapan anggaran yang dilakukan terutama oleh incumbent jelang pilkada dilakukan untuk memperbesar biaya politik dan menarik jumlah pemilih. “Di beberapa daerah ada upaya menggunakan bantuan sosial untuk menarik suara,” ungkapnya.
Somasi bersama Fitra NTB berusaha melakukan pemantauan khusus untuk melihat aliran dana yang mengalir ke partai ataupun konstituen. Sebab, jika hanya memantau sumber dana anggaran saja tidak akan terlihat.
Ia menambahkan sejak periode 2011-2013 terdapat enam kasus dugaan penyimpangan alokasi anggaran belanja DPRD, khususnya untuk perjalanan dinas. Penyimpanan tersebut diduga melibatkan pimpinan dan anggota DPRD. Meski begitu, penanganan dugaan korupsi anggaran perjalanan hanya satu yang diproses secara hukum.

Oleh karena itu, menurutnya, Somasi mendorong agar aparat hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap anggota ataupun mantan anggota DPRD yang terlibat dalam kasus tersebut. Sehingga, kasus dugaan korupsi perjalanan dinas bisa terselesaikan dengan baik.
————————————————-
Minggu, 10 Mei 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-