Polisi Minta Kelompok Sipil Bersenjata di Papua Segera Menyerah

Kabid Humas Polda Papua,   Kombes Pol Patrige Renwarin
CENDANANEWS (Jayapura) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua meminta kepada seluruh pemimpin kelompok kriminal bersenjata yang ada di gunung-gunung, lembah-lembah ataupun yang berada di dalam kota, wilayah Provinsi Papua, untuk menghentikan semua kegiatan yang merugikan masyarakat dan pemerintah.
“Segera sadar dan turun, segera berperan aktif mempercepat, membangun daerahnya masing-masing, sehingga Tanah Papua secara keseluruhan dapat segera berkembang agar sama dengan daerah-daerah yang lain,” tegas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin saat membacakan pernyataan Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende di ruang Cenderawasih Mapolda Papua, Selasa (05/05/2015)
Kapolda Papua, melalui juru bicaranya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua agar segera menyerahkan senjata api (Senpi) organik yang dianggap ilegal bagi pihak kepolisian.
“Bagi siapa saja yang menyimpan dan memilik senjata api organik serta amunisi tanpa jin, agar segera menyerahkan senjata-senjata api yang masih disimpan, ke Kapolres setempat. Karena perbuatan tersebut, menyimpan dan memiliki apalagi menggunakan, adalah perbuatan yang melanggar hukum. Dan bertentangan dengan undang-undang sebagaimana diatur di dalam UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman seumur hidup, selama-lamanya 20 tahun penjara,” kata Patrige.
Mantan Wadir Intelkam Polda Papua ini menambahkan, kepada seluruh lapisan masyarakat Tokoh Agama, Tokoh Adat, para Ondoafi dan Ondofolo  yang ada di Provinsi Papua, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Menyadarkan kepada seluruh masyarakatnya, bahwa tugas polisi yang paling utama adalah mencegah potensi-potensi kerawanan yang akan terjadi. Sehingga yang dilakukan polisi secepat mungkin melakukan tindakan untuk menetralisir kerawanan tersebut agar tidak berkembang,” ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Patrige, setelah terjadi penghadangan dan penembakan terhadap kelompok kriminal bersenjata dibawah pimpinan Leo Magay Yogi Cs, Dimana saat itu Leo Magay Yogi menghembuskan nafas terakhir di RSUD Nabire, Kamis (30/04/2015). Hari itu juga, dikatakan Patrige, Kapolres dan jajarannya melakukan kordinasi dengan pihak keluarga, maka almarhum Leo Magay Yogi di makamkan di pekuburan umum kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.
Ibadah tersebut dipimpin salah satu pewarta gereja KSK Bukit Mariam, Nabire yaitu Yan Pit Waine yang dihadiri Wakapolres, para perwira Polres Nabire dan perwakilan personil Polres Nabire.
Sehari setelah itu, Jumat (01/04/2015) atas perintah Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende meminta dua orang tersangka yang kena luka tembak di rujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire ke Rumah Sakit Bhayangkara milik Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura menggunakan pesawat jenis Skytruck.
“Dibawa untuk tindakan medis lanjutan, salah satu tersangka atas nama Yulian Nawipa saat ini dalam keadaan kritis. Dan sampai saat ini masih dirawat diruang ICU, karena luka tembak yang dialaminya pada bagian leher, cukup serius,” ujarnya.
Pihaknya menyadari bahwa tindakan dan upaya paksa yang dilakukan tim Satuan Tugas (Satgas) Khusus Polda Papua dan Timsus Polres Nabire terhadap kelompok Leo Magai Yogi Cs akan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
“Seperti yang disampaikan pimpinan gereja Kingmi Papua, Benny Giay, serta beberapa pemuka agama lain. Tetapi sekali lagi, kami tegaskan bahwa kelompok Leo Magai Yogi, telah banyak melakukan tindak kekerasan dan kejahatan di wilayah Paniai dan sekitarnya dan sudah sangat meresahkan masyarakat umum,” katanya.
Dan pada saat dilakukan penangkapan, lanjut Patrige, saudara Leo Magai Yogi dan anggotanya melakukan perlawanan, bahkan melepaskan tembakan kearah anggota yang lakukan penghadangan. Sehingga, diakui Patrige, ketiga dari mereka terkena tebakan, mengakibatkan Leo Magai Yogi dinyatakan meninggal oleh petugas medis RSUD Nabire, sedangkan Marten Muyapa dan Yulian Nawipa mengalami luka tembak.
“Kalau saja saat dihadang dan ditangkap, mereka tidak lakukan perlawanan. Kami pastikan hari ini saudara Leo Magai Yogi masih dalam keadaan sehat wa’alfiat, sama seperti saudara Rambo Cs yang ditangkap dan tidak lakukan perlawanan,” katanya.
Kedepan, menurut Kabid Humas, peristiwa-peristiwa serupa bisa saja terjadi. “Apabila kelompok-kelompok Puron Wenda,  Enden Wanimbo, Goliat Tabuni, Militer Murib, dan lain-lain masih lakukan tindak kriminal dan lakukan perlawanan saat ditangkap,” ujarnya.
————————————————-
Selasa, 5 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografi : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...