Peringati Hardiknas, Guru Honor Makassar Tuntut Janji Jokowi – JK

Guru Honor di Makassar gelar aksi demo

CENDANANEWS (Makassar) – Puluhan guru-guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Honor Indonesia (IGHI) Makassar Sabtu (2/4) menggelar aksi di depan Monumen Mandala. Aksi ini terkait momen peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Beberapa poin aspirasi yang mereka sampaikan saat aksi ini. Melalui perwakilan IGHI Makassar yang berorasi, para guru ini meminta Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla untuk merealisasikan janji-janji politiknya untuk meningkatkan kesejahteraan guru honor baik yang ada di Kementrian Pendidikan maupun di Kementrian Agama RI, untuk membayarkan sertifikasi guru non PNS baik tingkat RA, MI, Mts, MA dan guru agama pada sekolah umum dan dana BOS.
Para guru ini juga menuntut perlakuan tidak adil terhadap guru dalam pemberian tunjangan fungsional, dan pembayaran sertifikasi.
“Kalau guru PNS lancar pembayarannya tapi guru honor masih tertunda untuk sertifikasi tahun 2014” ungkap salah seorang guru yang ikut aksi.
Aksi tertib para guru ini juga memohon kepada DPR RI, Kemendikbud dan Kemenag RI untuk memberikan gaji guru sesuai standar upah minimum provinsi melalui anggaran APBN. Menurut mereka kebanyakan guru honor berada dibawah garis kemiskinan dengan honor 200.000 perbulan.
Melalui aspirasi yang mereka ungkapkan, guru-guru ini menyatakan menolak pemberlakuan peraturan menteri agama RI tentang cara pembayaran tunjangan profesi guru bukan PNS. Penambahan beban kerja paling sedikit 12 jam Pelajaran Tatap Muka perminggu dikeluhkan para guru honor. Paraguru meminta kebijakan ini ditinjau ulang untuk tetap memberlakukan hanya 6 jam tatap muka seperti keputusan dirjen pendidikan sebelumnya.
“Ini merugikan guru honor, apalagi kami yang sudah sertifikasi 80 persen” ungkap salah seorang guru. 
Aksi guru-guru mendapat pengawalan polisi. Tuntutanakhir mereka agar Gubernur Sulsel meningkatkan dana gratis untuk guru honor,dan meminta Bupati dan Walikota serta kepala Dinas Pendidikan untuk membayarkan dana gratis guru honor paling lambat bulan Ramadhan untuk tahap pertama dan bulan oktober atau november untuk tahap kedua.
Usai menggelar aksi, para guru ini membubarkan diridengan tertib.

——————————————————-
Sabtu, 2 Mei 2015
Jurnalis : M. Jaju
Fotografi : M. Jaju
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-

Lihat juga...