![]() |
| nggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani |
Tren
- KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
- MBS Yogyakarta Gelar Ta’aruf Akbar, Perkenalkan Potensi Pesantren dan Santri dari Seluruh Indonesia
- Kasus Jaksa Febri: Cukup Dua Alat Bukti atau Wajib Diperiksa?
- KDMP & Centralized Financial Reporting System
- Eks Jampidsus Febri, Cacat Kewenangan dan Sprindik Baru
- Presiden Prabowo dan Teori “Bocor”
- Supaya Rabi Bukan Seloroh, Cicipilah Serabi di Dapur Yu Saroh: Ketika Mitos Jawa, Serat Centhini, dan Harumnya Serabi Dapur Yu Saroh Menyatu dalam Sepiring Kebahagiaan
- Perampasan Aset di Berbagai Negara
- Pelimpahan Polri-Jaksa: Stabilitas Kabinet atau Elektoral?
- Kekawatiran Abstrak RUU Perampasan Aset
CENDANANEWS (Jakarta) – Jelang berakhirnya masa bakti pimpinan Komisi Pemberantas Korurupsi, KPK paket lama, kini publik menaruh harapan besar terhadap tim Pansel KPK agar dapat menemukan putra-putri terbaik bangsa untuk mengisi pimpinan KPK yang baru.
Tetapi, di tengah harapan besar itu, tim Pansel malah diterpa isu yang kurang sedap. Pasalnya, Ketua Tim Pansel KPK Destry Damayanti disebut-sebut sebagai orang titipan yang memiliki kedekatan khusus dengan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani meminta agar Destry Damayanti Jangan bungkam.
“Saya berharap agar Destry secara terbuka menyampaikannya ke publik perihal jabatannya di BUMN,” kata Arsul di Jakarta, Senin (25/05/2015).
Jika tidak, lanjut Arsul, maka publik akan menjadikannya sebuah polemik yang terus berkembang di masyarakat.
“Bahkan, tim Pansel juga akan dituduh ingin menyodorkan titipan calon pimpinan KPK baru,” ungkapnya.
——————————————————-
Senin, 25 Mei 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa
Fotografer : Adista Pattisahusiwa
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...