![]() |
| Keris |
CENDANANEWS (Denpasar) – Acara Petinget Tumpek Landep yang berlangsung mulai 11-13 Mei 2015 selain memamerkan beraneka ragam keris juga memberikan hiburan juga dimalam hari bagi masyarakat Denpasar, yaitu Wayang Joblar Tumbak Bayuh, Mengwi dengan dalang sekaligus suksesor wayang Joblar yaitu I Ketut Muada.
Mengangkat kisah tentang terciptanya senjata Pasopati milik Arjuna. Didalam kisah tersebut disebutkan karakter Joblar yang kocak, lugu, dan tanpa wawasan yang jelas, mencoba mencari tahu bagaimana senjata Pasopati tersebut tercipta dan akhirnya menemukan takdirnya bersama Arjuna.
Kelihaian Dalang I Ketut Muada sebagai kreator tokoh kocak Joblar benar-benar mengocok perut para penonton yang datang dari berbagai penjuru Denpasar dan ada pula yang jauh-jauh datang dari Tabanan, Gianyar, dan Mengwi, hanya untuk menyaksikan kekonyolan Joblar yang menggemaskan.
I Ketut Muada mengatakan, mengangkat kisah Pasopati ini sesuai dengan moment acara, yaitu Pameran Keris dan Kirab Keris. Pasopati adalah anak panah, namun itu merupakan senjata pusaka, jadi dengan memperkenalkan Pasopati kepada Masyarakat, diharapkan masyarakat Bali juga dapat lebih mengenal Keris ke depannya.

Dengan Durasi selama dua jam penuh, wayang Joblar memberikan kebahagiaan kepada para penonton dari uang tidak mengerti sampai yang faham akan wayang Joblar. Apapun itu, yang penting semua berbahagia dalam pesta rakyat Wayang Joblar Tumbak Bayuh Menwi.
Sementara itu, masyarakat Bali akibat terpaan modernisasi saat ini sudah mulai tidak menganggap Keris sebagai suatu Kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diungkapkan Ida Bagus Yoga Endharta Ketua Panitia acara Petinget Rahina Tumpek Landep 2015, Kirab Keris dan Pameran Keris 2015 Museum Bali.
Keris sebenarnya bukan barang baru bagi masyarakat Bali, namun kenyataannya sekarang Masyarakat Bali tidak lagi perduli terhadap kelangsungan Keris sebagai benda Pusaka. Adapun fungsi Keris adalah sebagai Penanda sebuah Keluarga dalam Upacara adat dan agama di Bali, dan sebagai lambang kekuatan seorang Pria sebagai kepala keluarga.

I.B. Yoga Endharta dalam kapasitasnya juga sebagai Kepala Seksi Pembinaan Sarana Industri Disperindag Denpasar, menginginkan para Pande Besi di denpasar bisa melakukan terobosan produksi Keris untuk kebutuhan rakyat Bali sampai kebutuhan Ekspor Mancanegara.
“tujuan acara ini diadakan bagi saya adalah untuk membuat sebuah keadaan kedepannya bahwa 1 Keluarga memiliki 1 Keris, jika sudah memenuhi target maka dilanjutkan dengan 1 Pria memiliki 1 Keris, sampai seterusnya,” jelas Yoga Endharta dengan mantab.
Sebenarnya tanpa niat atau dorongan dari siapapun sudah seharusnya masyarakat indonesia menghargai sekaligus menjaga semua warisan budaya Bangsa. Karena dengan Menjaga Warisan adat istiadat serta budaya Bangsa sendiri kita akan semakin Kuat sebagai satu Kesatuan Bangsa yang Besar.

———————————————————-
Rabu, 13 Mei 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer :Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-