BP4K Harapkan Petani Lampung Selatan Fokus Tanam

Lahan Pertanian di Lampung
CENDANANEWS (Lampung) – Badan Badan Penyuluh Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung menghimbau agar agar petani bisa Fokus menentukan komoditi pertanian yang ditanam serta bisa meningkatkan kerjasama marketing dengan para  pihak pihak pelaku usaha dalam pembelian hasil pertanian. 
“Fokus berarti kita jangan sedikit sedikit pindah yang misalkan yang tadinya menanam kelapa kopyor nanti pindah ketanaman yang lain itu tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Kepala Badan Badan Penyuluh Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) Lampung Selatan Ir. Noviar Akmal  dalam acara Saresehan Kelompok tani Nelayan Andalan (KTNA) Kamis, (28/5/2015)
Acara yang dihadiri oleh  anggota KTNA dari masing kecamatan belangsung tanya jawab atas keluhan keluhan Kelompok, terutama pada kendala pasar menurutnya petani harus bisa menjalin kerjasama dibidang pemasaran.
“Selain produksi para kelompok juga hendaknya bisa meningkatkan kerjasama pemasaran karna semakin meningkat hasil tentunya harus diimbangi kemampuan dalam mengelolah nilai jualnya,” ungkap Noviar
Noviar juga memberi apresiasi karena sebagian petani sudah bisa menghasilkan beras organik. Meskipun diakuinya proses untuk menghasilkan beras organik dapat ditempuh dalam waktu 3 sampai 4 tahun yakni dengan pengolahan lahan memakai pupuk organik, namun kelompok sudah bisa menghasilkan beras berkualitas yakni beras organik.
Dikatakannya segala bentuk kendala yang dialami oleh para petani di Lampung Selatan hendaknya juga berkoordinasi dengan  BP3K serta PPL yang ada di masing masing kecamatan. Pihaknya juga berjanji akan menggandeng anggota petani untuk salah satu perwakilan lampung selatan dari kecamatan palas yang telah mengikuti pelatihan kejepang selama 1 tahun.
Lebih lanjut dia mengatakan akan melakukan penataan kembali tentang distribusi pupuk bersubsudi. Dalam proses pendistribusian akan dilakukan akan dilakukan penataan karena pupuk adalah kebutuhan vital petani.

——————————————————-
Kamis, 28 Mei 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...