
CENDANANEWS (Denpasar) – Aksi gembok kendaraan dari Petugas Dishub Denpasar Selatan terhadap kendaraan yang parkir di jalan Pulau Nias yang merupakan akses darurat menuju RS Sanglah, ternyata menyimpan banyak kisah menarik bagi Petugas Dishub setempat.
Masyarakat masih kurang menyadari apa arti Jalan Nias bagi RS. Sanglah. Jalan tersebut merupakan akses langsung bagi Ambulan yang membawa pasien gawat darurat, Mengingat RS. Sanglah merupakan Rumah Sakit paling lengkap yang menjadi destinasi rawat sebagian besar masyarakat Denpasar bahkan dari seluruh Bali.
I Made Pudaatmaja, Komandan Regu yang bertugas mengutarakan bahwa penegakan peraturan daerah kota denpasar no.28 tahun 2001 dan no.5 tahun 2005 yang dilakukan anggotanya sehari-hari di jalan Pulau Nias tidak tebang pilih. Siapapun yang melanggar parkir 25 meter sebelum tikungan atau sebelum tempat tertentu, ada atau tidak ada rambu akan di lakukan aksi gembok ban kendaraan.
” semua demi kelancaran akses ambulans masuk ke rumah sakit, jangan sampai ada korban jiwa akibat ketidakpedulian oknum masyarakat tertentu,” urai Made Pudaatmaja dengan tegas.
Beragam alasan masyarakat Denpasar dan sekitarnya sering parkir sembarangan di jalan Pulau Nias. Ada yang tidak tau peraturan, terburu-buru mengantar keluarga ke Rumah Sakit, dan tidak dapat tempat parkir. Padahal sudah disediakan tempat parkir 20 meter di depan lokasi di halaman gedung kosong bekas supermarket.
Kejadian unik juga sering terjadi. saat petugas Dishub sedang menindak atau memberi pengarahan kepada pengemudi, tidak jarang helm atau jaket petugas di gondol maling. Bahkan kacamata hitam petugas seringkali menjadi incaran tangan-tangan nakal sekitar jalan Pulau Nias.
Hal tersebut tidak pernah menyurutkan integritas petugas di lapangan. Justru mereka semakin semangat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Hasilnya sangat positif, terkadang ada anggota sengaja datang ke Pos petugas Dishub untuk melaporkan mobil yang melanggar aturan parkir atau oknum pengemudi kendaraan yang menyebabkan kemacetan akses masuk ke Rumah Sakit Sanglah.
“seringkali terjadi adu mulut antara petugas dengan pelanggar aturan, atau petugas di caci maki dengan kasar, namun saya tekankan kepada kawan-kawan saya bahwa ini resiko, dan petugas harus selalu persuasif, dan jika sudah dapat caci maki oknum masyarakat ya kita duduk di pos menikmati kopi hitam sambil sama-sama berhitung sudah dapat berapa cacian masyarakat hari ini. Yah, nikmati saja,” ungkap Made Pudaatmaja berseloroh.
Butuh kesadaran masyarakat dalam hal ini. Dan juga butuh Empati dari masyarakat. Kita bisa membuat keadaan menjadi lebih baik jika kita sudah bisa mengendalikan diri sendiri serta berempati terhadap orang lain di sekitar kita.


————————————————————-
Senin, 18 Mei 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————————-