![]() |
| Flashmob Akar Tuli di CFD Malang |
CENDANANEWS (Malang) – Komunitas Aksi Arek Tuli (Akar Tuli) Malang mengadakan acara dengan mengusung tema “Lihat Dunia Mereka dari Matamu”. Acara ini di gelar di Jalan Ijen tepatnya di Car Free Day Kota Malang.
Dalam acara ini Akar Tuli menampilkan beberapa pertunjukan dari teman-teman Tuli Malang seperti Melukis, Teater, pantomim, Hiphop dance dan Flashmob.
“Acara ini di adakan untuk memberi kesempatan kepada teman-teman Tuli untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka kepada masyarakat sehingga tidak membuat teman-teman tuli ini merasa minder atau malu karena sebenarnya mereka juga memiliki bakat” ujar Ketua Akar Tuli Nursamsyan Fajrina atau yang lebih akrab disapa Aji.
Saat komunitas Akar Tuli memulai pertunjukan dance, banyak penonton yang nampak terperangah sekaligus kagum dengan gerakan mereka yang cukup kompak. Kebanyakan penonton justru dibuat terheran-heran dengan penampilan mereka. Bagaimana bisa teman-teman tuli ini menari sekompak ini padahal mereka tidak bisa mendengar suara musiknya.
Saat Cendana News mengkonfirmasi kepada Aji, selain melalui latihan rupanya teman-teman tuli ini meskipun mereka tidak bisa mendengar namun mereka bisa merasakan getaran maupun dentuman yang dihasilkan oleh suara musik, sehingga mereka bisa menyesuaikan gerakan mereka.
Setelah penampilan dance, Volunteer Akar Tuli mengajak para penonton untuk sama-sama menyanyikan lagu “Aku Memang Tuli”. Ada beberapa bait lirik dari lagu “Aku Memang Tuli” yang cukup membuat penonton tersentuh:
-Aku bangga menjadi tuli
-Bukan berarti tak bisa apa-apa
-Aku bangga menjadi tuli
-Meskipun aku berbeda dengan mereka
Selain menampilkan beberapa pertunjukkan, Komunitas Akar Tuli juga mengajarkan bahasa isyarat alfabet A-Z yang di ikuti oleh semua penonton. Di akhir acara agar penonton tidak merasa bosan belajar bahasa isyarat, teman-teman tuli melakukan flashmob dengan gerakan-gerakan alfabet bahasa isyarat.
Dengan banyaknya penonton yang melihat pertunjukkan kami, kami berharap teman-teman tuli bisa menjadi lebih berani dan tidak minder serta bisa berkata “Oh, ternyata kita tidak berbeda kita sama dengan mereka”, harap Aji.



——————————————————-
Minggu, 31 Mei 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-