![]() |
| Aspal Jembatan Memprihatinkan |
CENDANANEWS(Lampung)– Kondisi aspal di atas jembatan ruas Jalan Lintas Sumatera yang berada di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung terlihat memprihatinkan. Aspal yang mengelupas dan membuat alur lubang di beberapa bagian tersebut membuat para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat harus ekstra hati hati.
Menurut salah seorang warga di Desa Kuripan, Andi (34) lubang yang ada di aspal tepat di jembatan sepanjang sekitar 20 meter tersebut baru terjadi sekitar seminggu yang lalu. Bahkan lubang yang semula kecil membuat aspal yang ada di atas jembatan tersebut amblas.
“Sepertinya baru lima hari yang lalu amblasnya makin parah, bisa jadi karena dilalui kendaraan dengan tonase sangat berat sehingga aspal berhamburan seperti sekarang ini,” ujar Andi kepada Cendananews.com Sabtu (25/4/2015).
Kerusakan jalan di atas jembatan yang merupakan jalan nasional tersebut memiliki kedalaman sekitar 5 centimeter dengan panjang mencapai 5 meter. Selain itu beberapa alur lubang terjadi di atas bahu jalan yang berada di atas jembatan terbuat dari besi tersebut.
Sementara itu Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Dinas PU Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang M.Budhi saat dihubungi Cendananews.com mengaku kerusakan jalan tersebut merupakan wewenang pemerintah pusat sesuai status jalan yakni jalan nasional.
Ruas jalan Lintas Sumatera terutama di beberapa bagian yang rusak memang menjadi tanggungjawab bagian Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN).
Salah seorang warga Sopian (34) yang memiliki usaha tambal ban di sekitar jalan tersebut mengaku jalur tersebut sangat membahayakan penumpang pengguna kendaraan bermotor terutama pada malam hari. Sebab jalur lubang merata di kedua sisi jembatan baik dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung dan sebaliknya. Tak hanya di kedua sisi pinggir bahkan lubang di aspal juga berada di tengah jembatan.
“Pernah ada yang terjungkal di daerah ini selain karena jalan bergelombang akibat aspal mengelupas dan hancur, penenerangan lampu juga minim. Masak menunggu putus baru pemerintah bertindak,” ujar Sopian.
Ia juga mengaku beberapa petugas beberapa bulan sebelumnya melakukan penambalan ruas ruas jalan yang berlubang namun kerusakan kembali terjadi dan belum diperbaiki.



Warga berharap kerusakan jalan segera diperbaiki agar jalan di atas jembatan tersebut tidak semakin parah dan jika dilalui kendaraan dengan tonase melebihi kapasitas akan memperparah kerusakan jembatan.
———————————————-
Sabtu, 25 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-