Gunakan Pupuk Kimia, Pabrik Pembuatan Minuman Digrebeg Polres Sleman

Pabrik Nata de Coco
CENDANANEWS (Yogyakarta) – Pabrik pembuatan minuman di Godean, Sleman, Yogyakarta, digrebek jajaran Polres Sleman, Selasa (31/3) siang. Pabrik minuman yang sangat digemari anak-anak tersebut diduga menggunakan pupuk kimia jenis ZA. Ironisnya, pabrik tersebut telah beroperasi selama lebih dari 5 tahun.
Penutupan paksa terhadap pabrik nata de coco di Godean, dilakukan langsung oleh Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnaen, beserta jajarannya. Tempat usaha pembuatan yang menempati gedung tua bekas SD Semarangan III ditutup karena dalam pembuatannya pemilik pabrik zat berbahaya jika dikonsumsi.
Saat diinterogasi oleh Kapolres, sang pemilik pabrik, DAP, mengaku belajar secara otodidak dan sudah lebih dari lima tahun.
menjalankan usahanya itu dengan mencampur pupuk kimia ZA. DAP beralasan, pupuk ZA itu digunakan untuk diambil nitrogennya supaya bisa mengikat glukosa sehingga pembuatan nata de coco bisa lebih sempurna. Dalam seminggu, usaha ini mampu menghasilkan tidak kurang dari 800 Kilogram nata de coco. Bahan yang digunakan untuk membuat minuman segar itu di antaranya air kelapa yang direbus hingga mendidih, kemudian dicampur pupuk ZA, gula pasir, cuka dan sebagainya.
AKBP Faried mengatakan, saat dilakukan penyelidikan terbukti pupuk ZA bukan bahan untuk makanan. Karena itu, selain disangkakan melanggar UU Perlindungan Konsumen, pemilik usaha juga dikenai pasal penyalah-gunaan pupuk bersubsidi. Berdasarkan keterangan pemilik pabrik, kata AKBP Faried, nata de coco itu disetorkan ke berbagai distributor dan supermarket berjaringan di kawasan Jabodetabek.
Kendati pemasarannya di pusat perbelanjaan berkelas dan dikenal higienis, namun tempat pembuatan nata de coco itu sangat kotor dan berbau busuk. Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi menutup sementara tempat pembuatan nata de coco tersebut. Pabrik pembuatan nata de coco ini ternyata juga diketahui tak memiliki izin usaha dari pemerintah setempat dan Badan POM.

———————————————————-
Rabu, 1 April 2015
Jurnalis : Mohammad Natsir
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...