Gencarnya Pembangunan Sebabkan Lahan Pertanian Menyusut di Mataram

Salah satu lahan pertanian di kawasan jalan lingkar selatan, Kota Mataram yang dikelilingi bangunan perumahan
CENDANANEWS (Mataram) – Hampir setiap tahun luasan lahan pertanian di Kota Mataram mengalami penyusutan hingga 20 persen, beralih fungsi menjadi pembangunan perumahan, pertokoan,  jalan dan perkantoran.  Dari data dinas setempat, 2013 luas lahan yang beralih fungsi mencapai 93 hektar,  sementara untuk 2014 lebih kurang 30 hektar.
Supardi, petani Kelurahan Geguntur, Kota Mataram mengaku terpaksa menjual dua petak lahan pertanian yang dimilikinya di kawasan jalan Lingkar selatan, karena posisi lahan yang berada di tengah dan dikelilingi bangunan perumahan dan pertokoan, tidak ada jalan keluar selain melewati jalan setapak milik salah seorang pengembang perumahan.
“Berat sebenarnya mau menjual lahan pertanian yang saya miliki, karena selain merupakan warisan satu-satunya orang tua, dua petak sawah tersebut juga merupakan sumber mata pencarian sehari-hari untuk menghidupi anak dan istri” kata Supardi di Mataram, Rabu (22/4/2015) sambil mengenang sawahnya yang kini telah menjadi milik perusahaan pengembang.
Sambil bersandar di tembok rumahnya yang masih berupa bata, Supardi mengaku sekarang ini bingung mau kerja apa untuk istri dan ketiga anaknya yang masih sekolah selain menjadi buruh tani dari sawah satu ke sawah lain.
“ya begini sudah jadi buruh dari sawah satu ke sawah lain, maslahnya kalau mau kerja yang lain, saya tidak memiliki kemampuan apa-apa, karena tidak pernah sekolah juga,”katanya.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Ahmad, petani asal Pagutan Kota Mataram yang lahan pertanian dimiliki juga mulai dikelilingin bangunan perumahan dan pertokoan yang baru dibuat pihak pengembang, sehingga mengganggu saluran irigasi yang menghubungkan sawahnya dengan sumber pengairan.
“Melakukan pengairan tanaman padi yang ditanaman sekarang ini cukup susah dan merepotkan, karena saluran pengairan irigasi yang ada masih tersumbat matrial bangunan, sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah dan kapan mungkin akan diperbaiki, ya terpaksa lewat sawah tetangga,”katanya.

———————————————-
Rabu, 22 April 2015
Jurnalis : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...