Gecko, Kadal Lucu dari Luar Negeri si Pendulang Rupiah

Gecko

CENDANANEWS (Denpasar) – Bentuknya yang seukuran tokek membuat setiap orang yang melihat Gecko akan merasa gemas ingin membelinya. Namun ternyata tidak mudah untuk mendapatkan Gecko, selain harganya lumayan mahal, bianatang tersebut hanya bisa dibeli di pet shop atau toko-toko hewan unik di Pasar Burung Kota Denpasar yang lebih dikenal dengan Pasar Burung Veteran, Denpasar, Bali.
Selain itu perhatian khusus dalam menjaga hewan liar tersebut agar tetap kenyang. Sebab jika tidak, maka hewan-hewan tersebut akan gelisah dan bukan tidak mungkin jadi bertambah buas.
“Satu ekor Gecko bisa menghabiskan 5 ekor jangkrik sehari. Dan itu harus rutin, karena jika lupa diberi makan, maka mereka bisa ngamuk didalam kandang. Kasihan juga melihat hal seperti itu terjadi terhadap mereka, manusia saja pasti lapar jika belum makan, dan lapar itu tersiksa,” tutur salah seorang pedagang Gecko, Edi di Denpasar, Jumat (24/4/2015).
Gecko sendiri terbagi dengan beberapa ukuran berbeda, dengan warna-warna yang memikat, dan ada pula yang polos tanpa warna, alias tampak seperti daging berbalut kulit saja.
Harga Gecko sangat bervariatif. Hewan asal benua amerika ini dapat dibanderol dengan harga Rp,800,000,- per ekor dengan kondisi fisik yang sehat dan normal. Akan tetapi yang mengejutkan adalah, Gecko berwarna polos tanpa motif uniklah yang dibanderol paling mahal. Keunikan warna polos hewan tersebut yang membuat para hobiis rela merogoh kocek agak dalam untuk membelinya. Sedangkan untuk Gecko bermotif unik yang sehat dan normal biasanya dapat dibanderol dengan harga Rp,500,000,- per ekor.

Dengan omset sekitar Rp,30,000,000,- per bulan dari hasil berjualan Gecko, Mirza dan Edi juga memiliki koleksi reptil lain yang tidak kalah mahal serta eksotis dengan Gecko, yaitu Ular Python Afrika, Ular Boa dari amerika selatan, dan King Snake California Lavender. Dan cara perawatan ular-ular tersebut juga sama dengan Gecko, yaitu tidak boleh lapar. 
Satu ekor Python Afrika seharga Rp,1,700,000,- biasa diberikan makanan satu ekor tikur besar per 15 hari, sama dengan King Snake California Lavender seharga Rp,2,500,000,- yang bisa menghabiskan satu ekor tikus besar. Yang agak berbeda adalah makanan untuk Ular Boa amerika selatan berbanderol Rp,5,000,000,- miliknya. Dia bisa menghabiskan satu ekor burung puyuh atau burung merpati dewasa jika sedang lapar.

Menurut Mirza, dia merasa beruntung dengan berdagang reptil. Maksudnya adalah, dia bisa mendapatkan keuntungan uang yang lumayan sekaligus menyalurkan hobi memelihara reptil. Dan dia sering juga terbawa akan rasa sedih jika ada salah satu hewan laku. Bukan karena apapun, tapi lebih dikarenakan sudah seperti terikat secara emosional dengan hewan-hewan tersebut.

———————————————-
Jumat, 24 April 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...