![]() |
| rumah panggung bongkar pasang (konock down) [Foto:CND] |
CENDANANEWS(Lampung) – Jika melewati Jalan Lintas Sumatera dari arah Bakauheni menuju Bandarlampung tepatnya satu kilometer sebelum kota Kalianda, di sebelah kanan jalan akan dijumpai beberapa gazebo dan rumah panggung terbuat dari kayu. Cendananews.com berkesempatan untuk bertemu dengan salah satu pengelola pembuatan rumah panggung kayu yang rupanya diletakkan untuk contoh bagi calon pembeli di sebuah rumah makan di pinggiran Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung di tepi Jalinsum tersebut.
Salah satu pengelola bernama Muslim (34) mengaku usaha pembuatan rumah panggung kayu tersebut merupakan usah kreatif dari Padoli dan Udin yang saat Cendananews.com sambangi di lokasi tersebut mereka berdua sedang berada di Sumatera Selatan. Namun Muslim mempersilakan untuk melihat bagian demi bagian rumah panggung tersebut baik rumah berukuran besar serta sedang bahkan gazebo yang berukuran kecil.

Saat dihubungi, Udin (34) yang lebih dikenal dengan “Udin Gazebo” mengaku sudah menekuni usaha pembuatan rumah bongkar pasang (knock down) tersebut beberapa tahun lalu. Berangkat dari kecintaannya terhadap rumah panggung dan keinginannya untuk melestarikan rumah tradisional yang ada di wilayah Sumatera Selatan akhirnya ia menekuni pembuatan rumah bongkar pasang seiring dengan semakin banyaknya permintaan dari konsumen.
“Usaha ini kebetulan merupakan usaha keturunan artinya dari mulai kakek saya memang ahli membuat rumah bongkar pasang sehingga menurun ke ayah saya lalu ke saya,” ujar Udin menjelaskan usaha yang ditekuninya hingga sekarang tersebut kepada Cendananews.com Jumat (10/4/2015).
Menurut ayah dari dua anak yang kini belum bersekolah ini,awalnya ia mulai belajar otodidak dari sang ayah yang menekuni usaha yang sama. Akhirnya setelah mulai bisa ia melebarkan sayapnya hingga ke Provinsi Lampung dan diakuinya usaha tersebut di Sumatera Selatan juga sudah mendapat banyak pesanan terutama dari orang orang yang masih ingin mempergunakan rumah tradisional tersebut.

Rumah yang berbentuk limas dengan proses pengerjaan dilakukan secara manual tersebut ujar Udin dikerjakan bersama keluarganya dengan bahan dari kayu Serut serta kayu Meranti, serta daun nipah. Kayu Serut dipergunakan untuk kerangka rumah panggung tersebut, sementara kyu meranti untuk bahan dinding serta atap mempergunakan atap daun nipah kering.
Mengingat bahan serta alat berada di Kabupaten Ogan Ilir provinsi Sumatera Selatan, Udin mengaku sistem pemesanan rumah tersebut bisa secara online atau via telepon. Pemesan tinggal memesan jenis rumah panggung yang diinginkan sebab Udin mengerjakan pembuatan rumah bongkar pasang besar, sedang dan rumah ukuran gazebo.
“Rumah besar biasanya dipesan untuk villa yang banyak dipesan oleh pengelola tempat wisata di pantai. gazebo untuk restoran lesehan dan juga yang sedang untuk restoran atau perseorangan yang berminat,” ungkap Udin.

Proses pembuatan rumah Knock down tersebut relatif lama; untuk 1 unit gazebo kecil prosesnya memerlukan waktu selama 1 bulan, rumah ukuran sedang memakan waktu selama 1 bulan 15 hari, sementara untuk rumah berukuran besar mmbutuhkan waktu sekitar 3 bulan.
Mengenai harga, Udin menuturkan karena kualitas kayu yang dipergunakan serta mendetailnya proses pengerjaan untuk gazebo kecil Udin mematok harga sekitar Rp 10 juta, ukuran rumah knock down dihargai Rp 13 juta, sementara ukuran besar dipatoknya dengan harga Rp 90 juta.
Proses pembayaran yang dipergunakan oleh pembeli dan Udin pun terbilang dengan cara “kesepakatan” untuk saling percaya dimana total biaya yang diperlukan untuk proses pembuatan rumah, gazebo Knock down tidak dibayarkan sekaligus.

Pembayaran sebesar 50 persen dilakukan pada saat awal kesepakatan antara pembeli dan pembuat, lalu sebanyak 25 persen dibayarkan saat proses pengiriman ke tempat pemesan, selanjutnya 25 persen bisa dibayarkan saat rumah yang dibuat diselesaikan.
“Kita membawanya dari Ogan Ilir ke daerah Lampung memakan waktu sekitar satu hari satu malam dengan bentuk masih terpisah pisah, baru ketika sampai di pemesan lalu kita rangkai. Inilah kenapa dinamakan rumah bongkar pasang,” ungkap Udin.
Rumah yang berbentuk limas tersebut menurut Udin pun fleksibel sesuai dengan permintaan pemesan jika menginginkan atap terbuat dari atap jenis lain, maupun jika tiang tiang pancang sesuai keinginan pembeli.
“Bagi pembeli yang menginginkan tiang pancang dari beton tentunya harus menyesuaikan ukuran sehingga bisa dipaskan dengan ukuran rumah panggung demikian juga jika ingin menggunakan kayu lain,” terang Udin.
Usaha yang ditekuni turun temurun ini beber Udin sudah dipesan hingga ke berbagai daerah diantaranya Tanjung karang, Kalianda serta di wilayah Sumatera Selatan. Sudah tak tebilang berapa ratus rumah yang dibuatnya terutama untuk jenis gazebo yng biasanya dipesan oleh pemilik villa maupun hotel serta restoran berkonsep tradisonal yang dibuat di atas atas kolam.
Udin pun mengaku saat ini belum merambah untuk memasarkan rumah panggung bongkar pasangnya ke luara daerah. Sumber daya yang masih terbatas membuat ia masih berfokus untuk melayani konsumen di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. Ia pun tak menampik banyak pejabat yang memesan rumah bongkar pasangnya untuk menambah manis pekarangan serta beberapa untuk villa peristirahatan.

Ia berharap selain untuk melestarikan rumah tradisonal yang kini mulai tergerus zaman, usaha tersebut bisa diteruskan ke anak cucu untuk bisa menjadi bagian sejarah adanya rumah rumah panggung yang kini hanya bisa ditemui di kampung kampung tua dan kampung adat baik di Lampung maupun Sumatera Selatan.
Rumah panggung menurut Udin masih banyak terdapat di tepian Sungai Ogan yang ada di Sumatera Selatan sebab rumah panggung merupakan kebutuhan terhadap situasi di pinggir sungai yang kadang meluap. Namun memiliki rumah panggung kini menjadi semacam prestise den tren karena keunikannya dan ia berharap masih bisa terus melestarikan rumah panggung tersebut.
Bagi yang ingin memesan rumah panggung yang dibuatnya ia mengaku dengan senang hati akan melayani dengan menghubungi nomor yang disediakan di display rumah panggung yang ada di pinggir Jalinsum yakni atas nama Udin dan Padoli .
Padoli HP: 0852 79452 724, Udin HP: 0853 7727 5737
———————————————————-
Jumat, 10 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-