APKLI NTB Nilai Pasar Modern Matikan Ekonomi Masyarakat Kecil

Pasar Tradisional
CENDANANEWS (Mataram) – Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Nusa Tenggara Barat (NTB), menilai mulai bermunculannya pasar moderen di Kota Mataram telah mengakibatkan prekonomian masyarakat kecil secara pelan-pelan mulai tergusur dan mati.  Akibat persaingan yang tidak seimbang dan sebanding dengan kehadiran pasar moderen yang tumbuh subur demikian pesat, tanpa terkendali.
“Sebelum pasar moderen menjamur seperti sekarang, pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil dan menengah (UKM) dan pedagang kaki lima (PKL) cukup baik, dan nampak lebih hidup. Keuntungan dari PKL juga tidak sebatas bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari, tapi masyarakat juga bisa menikmati kehidupan sedikit lebih layak, termasuk bisa mencukupi keperluan dan kebutuhan anaknya bersekolah,” terang pegurus APKLI NTB, Aria Edi Purnama, di Mataram, Rabu (8/4/2015).
Disebutkan, kehadiran pasar moderen tanpa terkendali telah menimbulkan persaingan tidak sehat antara pelaku usaha ekonomi dari masyarakat ekonomi kelas kecil dengan pelaku ekonomi masyarakat atas, yang dampaknya bisa berakibat fatal, khususnya bagi masyarakat kecil. 
“Kalau sudah begitu kesenjangan ekonomi tidak akan bisa terhindari,”katanya.
Harus ada regulasi dan terobosan penting sesegera mungkin dilakukan Pemkot Mataram, agar prekonomian masyarakat kecil melalui UKM dan PKL bisa tetap terlindungi dari persaingan usaha tidak sehat dengan pasar moderen, dengan membuat dan memberlakukan peraturan khusus melalui peraturan daerah (Perda) dengan membatasi jumlah outlet pasar moderen yang beroperasi di kota Mataram.
“Dulu sewaktu pertama kali sejumlah pasar moderen muncul dan mulai beroperasi, pemkot telah menetapkan dan membatasi jumlah outlet pasar moderen seperti Alfamart, Indomart maupun sederetan pasar moderen lain, tidak lebih dari 20 outlet, tapi nyatanya sekarang jumlah melebihi jumlah yang sudah ditetapkan, bahkan perusahaan tersebut terkesan bebas membuka tempat baru tanpa ada rintangan,” katanya.
Lebih lanjut, Edi menegaskan APKLI dalam hal ini yang mewakili masyarakat PKL maupun UKM tentu mengharapkan supaya Pemkot Mataram bisa sedikit lebih tegas dalam memberlakukan kebijakan yang bisa mengakomodir kepentingan masyarakat kecil, sebab walau bagaimanapun keberadaan UKM dan PKL tidak dipungkiri telah menjadi urat nadi prekonomian masyarakat kecil.

———————————————————-
Rabu, 8 April 2015
Jurnalis : Turmuzi
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...