Amax Latih Sepakbola Khusus Anak Kurang Mampu


CENDANANEWS (Lampung) – Sekelompok anak anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) terlihat berkumpul di lapangan sepakbola Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung. Sang pelatihterlihat memberi aba aba untuk pemanasan sebelum latihan sepakbola tersebut dimulai.

Adalah Amax Setiawan (26), seorang pemuda yang mencintai olahraga sepakbola di Desa Kampung Baru Kecamatan Penengahan, tergerak untuk melatih anak anak yang memiliki minat untuk bermain sepakbola secara profesional. Saat Cendananews.com disela sela latihan berbincang dengan pemuda ini ia mengaku melihat potensi anak anak yang ada di desanya.

“Awalnya anak anak ini bermain di lapangan desa yang kondisinya sederhana dan mereka bermain tanpa alas kaki, tapi saya melihat mereka punya potensi sehingga saya memutuskan untuk melatih mereka,” ujar Amax, Kamis (16/4/2015).
Niat dan keinginan Amax untuk melatih generasi muda di desanya tersebut bersambut dengan keinginan anak anak tersebut berlatih sepakbola. Kepada anak anak yang saat ini berjumlah sekitar 15 orang tersebut, Amax mengaku mengajarkan tekhnik bermain sepakbola mulai dari latihan hingga permainan.

“Dari awal pemanasan pun sudah saya tekankan agar tekhnik tekhnik dalam bermain bola termasuk kerjasama tim dilatih sejak dini,” ungkapnya.
Amax mengaku awal mulanya perkumpulan latihan sepakbola yang ia bentuk berangkat dari keprihatinannya terhadap anak anak di desanya yang tidak memiliki pelatih. Ia juga belum mau disebut perkumpulan latihan bola yang dibentuknya sebagai “Sekolah Sepak Bola” melainkan untuk menampung anak anak yang berminat untuk berlatih sepakbola.
Selain itu sebagain besar anak anak tersebut dari pengakuan mereka adalaha anak anak kurang mampu. Sehingga Amax belum membentuk semacam sekolah sepakbola. Keterbatasan dari anak anak tersebut bahkan tak membuat Amax lantas mengurungkan niatnya untuk mendidik anak anak tersebut agar bisa bermain sepakbola dengan tekhnik yang benar.
Belasan anak anak usia SMP, SD tersebut akhirnya sepakat menamakan tim tersebut sebagai Perseka (Persatuan Sepakbola Kampung Baru). Tim yang terbentuk hampir setahun tersebut bahkan berasal dari sekitar 4 desa di Kecamatan Penengahan.

“Awalnya memang banyak tapi karena memang ada yang mampu mereka pindah ke sekolah sepakbola yang lebih rutin latihannya dan mampu membayar iuran setiap latihan,” ungkap Amax.
Dasar itulah yang membuat Amax semakin ingin melatih anak anak tersebut karena bagi anak anak yang kini bertahan berlatih bersamanya, iuran untuk SSB yang terbilang mahal untuk ukuran anak anak kurang mampu membuat mereka masih tetap berlatih dalam Perseka. Dalam sekali latihan anak anak tersebut mengaku membayar sebesar  Rp2.000,-,
Lapangan sepakbola yang sekarang digunakan pun merupakan satu satunya lapangan yang cukup bagus di Kecamatan Penengahan sehingga beberapa sekolah sepakbola mempergunakannya. AKhirnya dibuat jadwal tertentu dalam seminggu dan Perseka mendapat giliran setiap hari Kamis sementara hari lainnya digunakan tim lain.

Amax mengaku memiliki harapan besar untuk memajukan anak anak dalam bidang olahraga khususnya sepakbola meskipun saat ini diakuinya untuk latihan Perseka hanya memiliki sebanyak 6 buah bola. Sementara untuk kostum,mengingat keterbatasan anak anak yang rata rata memiliki orangtua petani, pekebun tersebut Amax tidak mewajibkan untuk memiliki kostum bola, demikian juga untuk sepatu.
“Kami tidak memiliki kostum sepakbola untuk tim, ke depan harapannya kami punya maka kami saat ini ya memakai kostum olahraga yang dijual di pasar, yang penting ada semangat untuk berlatih,”ungkap Amax.
Amax pun tak mengharapkan bayaran sebab uang iuran latihan tersebut ditabung untuk persiapan membeli bola serta untuk persiapan jika ada pertandingan antar kampung. Apalagi latihan yang dilakukan masih rutin seminggu sekali akibat keterbatasan waktu pakai lapangan.

“Kami beberapa kali ikut pertandingan tapi masih antar kampung ke depan harapannya saat ada pertandingan antar kecamatan kami sudah memiliki kostum khusus,” ujar Amax.
Salah seorang murid, Angga, mengaku senang sebab selama ini ia juga menabung untuk bisa membeli sepatu serta baju sepakbola. Ia mengaku menyimak setiap latihan yang diberikan oleh Amax sang pelatih agar ia bisa menjadi pemain sepakbola profesional di masa depan.
Angga mengaku selain berlatih bersama kawan kawannya di bawah asuhan Amax, di kampungnya ia tetap masih sering bermain sepakbola di lapangan  kecil untuk terus berlatih sebab ia yang mengidolakan Lionel Messi untuk pemain Internasional dan Bambang Pamungkas untuk pemain nasional ini berharap menjadi pemain sepakbola yang lebih baik.
—————————————————
Jumat, 17 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografi : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————————
Lihat juga...