Akankah Satu dari Tiga Perempuan ini jadi Pemimpin Bangka Selatan

CENDANANEWS (Bangka) – Teka teki tentang Pilkada langsung akhirnya terjawab. Perpu tentang Pilkada akhirnya disetujui DPR sebagai UU. Hakikat sebuah demokrasi akhirnya secara mayoritas didukung semua Fraksi di senayan. Aktualitas dan realitas politik yang memang seharusnya demikian mengingat demokrasi adalah dari rakyat untuk rakyat.
Bangka Selatan, sebagai sebuah Kabupaten akan menggelar Pilkada pada Desember 2015 sebagaimana keinginan Pilkada serentak. Apalagi masa bakti kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sekarang Jamro Jalil dan Nursamsu Alias akan berakhir 30 agustus mendatang.
Bertepatan dengan hari Kartini, mungkin ini layak menjadi sebuah pertanyaan, apakah mungkin 3 perempuan ini akan berkompetisi dalam Pilkada Desember nanti dan memimpin Bangka Selatan?
Tiga perempuan Indonesia yang kini namanya menjadi trending topik dalam narasi msyarakat itu adalah Rina Tarol, Ekawati Justiar Noer dan Debby Jamro. ketiga perempuan ini bukanlah nama asing bagi masyarakat Bangka Selatan. Ketiganya memiliki track record dan prestasi masing-masing dengan segala macam riak dan dinamikanya sebagai perempuan ternama di Bangka Selatan.
Rina Tarol adalah anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung. Dikenal vokal dan kritis dalam mengkoreksi kebijakan pemerintah. Suaranya selalu menghias suratkabar daerah dan lokal di Bangka Belitung. Keberpihakkannya sebagai wakil rakyat Dapil Bangka Selatan membuat namanya selalu ramai dinarasikan masyarakat.
Ekawati Justiar Noer adalah mantan birokrat di provinsi Bangka Belitung. Mantan Kepala Biro Umum Provinsi Bangka Belitung ini adalah mantan Ketua tim penggerak PKK Bangka Selatan tahun 2005-2010 saat suaminya Justiar Noer memimpin Kabupaten Bangka Selatan.
Kedekatannya dengan masyarakat Bangka Selatan tak perlu diragukan lagi. Kendati selama lima tahun tak lagi aktif dalam kapasitas sebagai Ibu Bupati, namun kiprah ditengah masyarakat tetap bergema dan bergaung. Saat memimpin PKK Kabupaten Bangka Selatan era 2005-2010, dia dikenal sebagai penggiat lingkungan hidup. bersama masyarakat Ibukota Toboali pada tahun 2010 berhasil menerima piagam dari Kementrian LH. Walaupun belum sukses menerima Piala Adipura, namun aksinya bersama masyarakat hingga kini tetap menjadi prestasi tersendiri bagi masyarakat Toboali, bangka selatan.
Nama Debby Jamro adalah ketua PKK Kabupaten Bangka Selatan. Kiprah dalam membangun masyarakat sebagai istri Bupati Bangka Selatan adalah selling point tersendiri bagi Ibu Debby. Namanya dikenal masyarakat Bangka Selatan yang terdiri dari 7 kecamatan ini. Kiprahnya sebagai ketua PKK Kabupaten dan sederet jabatan lainnya tentunya membuat istri Bupati Bangka Belatan ini menjadi branch tersendiri bagi masyarakat Bangka Selatan.
Kepemimpinan perempuan kini bukanlah sesuatu yang baru bagi kaum penerus cita-cita Kartini. Setidaknya ketika megawai menjadi Presiden ada dinamika baru dalam pergerakan politik kaum perempuan. Apalagi persamaan gender telah menjadi isu internasional.
Sementara dalam Kabinet kerja Jokowi perempuan sebagai bagian dari bangsawan pikiran bangsa pun mulai memberi warna dalam aksinya membangun bangsa. nama menteri kelauatan dan perikanan Susi Pudjiastuti adalah satu dari sembilan nama kaum hawa yang ada di Kabinet Kerja Jokowi yang mulai menjadi perhatian masyarakat karena aksinya dalam membasmi Illegal fishing.
Setidaknya saat ini banyak kaum hawa yang menjadi pemimpin daerah di negeri ini. Dua nama yang menggelegar jagad politik bangsa ini karena prestasinya sebagai pemimpin daerah adalah Ibu Risma Walikota Surabaya dan Rita Widyasari di Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.
Lantas bagaimana dengan peluang ketiganya dalam kompetisi Pilkada Bangka Selatan? Harus diakui parpol adalah  instrumen kardinal bagi ketiganya bila ingin bertarung dan memperebutkan kursi Bangka Selatan 1 dalam Pilkada 2015 mendatang. Namun melihat dinamika yang berkembang Parpol tentunya tidak akan mau bunuh diri dalam menghadapi perhelatan politik 2015 mendatang. Suara rakyat tentunya akan menjadi dasar referensi Parpol dalam menentukan kandidatnya untuk bertarung dan berkompetisi dalam Pilkada.
Kendati dari ketiganya hanya satu perempuan yang berasal dari Parpol yakni Rina Tarol, namun Parpol tentunya tidak akan berani melawan kehendak rakyat yang datang bak air bah. Parpol-parpol tentunya akan melirik kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi untuk mengusung calonnya. Bagaimaapun juga martabat parpol dipertaruhkan dalm Pilkada sebagai bagian dari strategi menuju pemilu 2019.
Apalagi dalam Pilkada tanpa mengecilkan peran parpol, figur kandidat adalah elemen paling urgensial dalam memenangkan kompetisi politik Pilkada. Kita ingat bagaimana ketika Basuki Purnama alias Ahok saat memenangkan Pilkada Belitung  Timur tahun 2005 dimana saat itu Ahok hanya didukung parpol-parpol kecil yang merupakan gabungan Parpol.
Pilkada bangka selatan memang masih dalam hitungan bulan dan hari. Namun sebagai masyarakat yang berdiam di Bangka Selatan provinsi Bangka Belitung sudah saatnya kita menimbang-nimbang dan memikirkan calon pemimpin daerah yang akan memimpin daerah ini. Apalagi daerah ini telah dikategorikan Dirjen Otda sebagai daerah dalam Zona merah yang tentunya memerlukan seorang pemimpin daerah yang kuat, berwawasan dan mampu mensejahterakan rakyat.
Karena itulah cita-cita dari pendirian daerah ini menjadi daerah otonom 12 tahun yang lalu. Dan setelah lahir daerah ini bukan sebagai lahan untuk bagi-bagi kekuasaan dan jabatan melainkan harus memuliakan rakyatnya sebagai rakyat yang sejahtera mengingat sumber daya alam daerah ini sangat luarbiasa yang membuat kementrian dalam negeri menyetujui daerah ini menjadi daerah Otonom baru. Salam Junjung Besaoh

———————————————-
Rabu, 22 April 2015
Penulis : Rusmin Toboali
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...