Alat Berat Tambang Pasir Disegel Warga

CENDANANEWS- Kegiatan penambangan pasir oleh PT PAS (Pasir Alam Sejahtera) yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu, sempat dihentikan sementara  karena warga sudah keberatan dan memprotes. Namun meski sudah diprotes warga kegiatan penambangan pasir dilakukan.
Ahirnya senin (9/3/2015) Ratusan warga Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Yogyakarta menghentikan dengan” paksa” kegiatan penambangan pasir tak berizin di wilayah mereka,yang beroperasi  di Sungai Progo tersebut.
Warga merasa keberatan dengan aktifitas penambangan  menggunakan alat berat. Puluhan spanduk terpasang atas penyegelan ini, serta “menyandera” backhoe yang digunakan perusahaan untuk menambang.
Dari pantauan Cendana News saat menuju lokasi yang melewati jalan Pecinan Banaran,Galur banyak bertemu dengan warga yang menolak aktifitas pertambangan di wilayah mereka.
Seperti saat bertemu beberapa Warga di Block Semboja, pak Bandi (50) pak Yuni (48) dan pak Handoko (55) mengutarakan.
“Warga sudah resah, jalan yang menuju lokasi tambang cepat rusak,belum lagi  getaran dari kendaraan yg berat nya lebih dari 12 ton. Kalau Manual monggo,itu pun harus ber izin” ungkap Handoko.
Kabag Pendapatan Desa Banaran, drh.Mutia saat dikonfirmasi  membantah adanya aktifitas pertambangan di wilayahnya.
” Wah saya pribadi kurang faham,yang jelas sampai saat ini,pihak Pemdes belum pernah mendapatkan/pemberitahuan bahwa di wilayah kami akan ada penambangan pasir. Sehingga itu di luar wewenang kami” ujarnya.
Saat diwawancarai beberapa warga mengaku pada dasarnya   untuk jangka pendek ini tidak mempermasalahkan aktifitas penambangan tersebut asal dilakukan dengan cara manual.
“Asal penambangan tidak menggunakan mesin sedot, ataupun alat berat sebenarnya tidak mengganngu dan dilakukan sementara tapi kan kenyataannya mereka menggunakan alat berat” ujar salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.
Warga bahkan sebagian menolak jika aktifitas tersebut dilakukan untuk jangka panjang karena di bagian selatan desa akan di bangun jalan dari Selatan ke arah Selatan.
“Kaitannya dengan kontur tanah nantinya apalagi karena di pinggir pantai sndiri sekarang sudah banyak di pergunakan untuk tambak udang maka akan makin terjadi kerusakan jika ada aktifitas penambangan” ungkapnya.

———————————————————-
Selasa, 10 Maret 2015
Jurnalis : Mohammad Natsir
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...