Tren
- Reformasi Jilid II dan Runtuhnya Dominasi Media
- Menuju Negara Maju: Demokrasi atau “Otoritarian”
- Jember: Berhasil Bandara, Gagal Demand Generator
- KPI Dubes: Restoran Indonesia
- Umat Islam, dari High Politics ke Low Politics
- Kejagung-Kapolri: Mengganti Pimpinan atau Memperbaiki Institusi?
- Program MBG Presiden Prabowo Ternyata Meneladani Program MBG Presiden Soeharto
- Reputasi Gerakan Mahasiswa
- Shadow Cabinet Presidensil dan Problem Legitimasi Publik
- Memahami Masa Depan Gaza dan Agenda Iran
CENDANANEWS, Setelah melantik Watinpres, hari ini, Senin, 26 Januari 2015, Presiden Joko Widodo melantik Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, dan dihadiri sejumlah pejabat negara serta menteri Kabinet Kerja.
Jokowi memisahkan bidang ekonomi kreatif dengan Kementerian Pariwisata. Bidang ekonomi kreatif ini nantinya akan diurusi oleh Badan Ekonomi Kreatif.
Triawan adalah seorang musisi pada era 70-an, yang juga ayah dari penyanyi Sherina Munaf. Ia masuk sebagai tim sukses yang membantu Jokowi-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014. Melihat latar belakang ini, tetap ada aroma bagi-bagi kursi yang semakin sulit dibantar.
Selain daripada itu, pembentukan Badan Ekonomi Kreatif, seolah sekedar trik agar Jokowi tetapp konsisten dengan janjinya membentuk Kabinet ramping, walu sesungguhnya tetap saja gemuk karena setelah menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan akan mendapat fasilitas keuangan dan fasilitas lainnya setingkat menteri. Keputusan ini berlaku setelah pelantikan.
Saat kampanye pada pilpres lalu, Jokowi dan Jusuf Kalla sempat berjanji akan menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Ide ini bahkan menggerakkan kalangan pegiat seni untuk membantu Jokowi-JK memenangkan pilpres. Dan pasti, tak ada makan siang gratis.
———————————————-
Senin, 26 Januari 2015
Penulis dan Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————-
Selanjutnya
Lihat juga...