Pemerintah mempromosikan produk-produk ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta farmasi Indonesia kepada perwakilan dari negara-negara Asia, Pasifik dan Afrika.
Harus diakui, masih banyak produk, khususnya makanan hasil karya pelaku UKM Kota Sukabumi, kemasannya belum menarik dan terlihat seadanya. Padahal, produknya mempunyai kualitas yang tidak kalah dibandingkan produk lainnya ..
Tim IbPUD Universitas Muria Kudus (UMK), Budi Gunawan, ST. MT., mengatakan, bazar UMKM bisa menjadi ruang yang efektif untuk pengenalan produk kepada publik secara lebih luas, dan menjadi ruang pelebaran sayap pemasaran (marketing).
Kelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kecamatan Sungai Pandan, Kecamatan Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, mencetak dan menggerakkan ribuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerahnya.
Mulai diterapkannya Peraturan Wali Kota Balikpapan tentang Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik, membuat perajin tas berbahan nonplastik kebanjiran order dari sejumlah retail modern.
Masakan tradisional di Provinsi Sumatera Barat, mulai kurang diminati, akibat berkembangnya makanan modern yang datang dari berbagai belahan negara di dunia.
“Sebagai pengusaha, tentunya harus sering mempromosikan produknya agar bisa dikenal pembeli. Dengan melakukan kegiatan bazar dan pasar murah, semakin banyak orang yang tertarik berusaha, sebab produk mereka bisa terjual,” ungkapnya.