Pemerintah Promosikan Produk UMKM ke Perwakilan Asing

Produk UMKM, ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Pemerintah mempromosikan produk-produk ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta farmasi Indonesia kepada perwakilan dari negara-negara Asia, Pasifik dan Afrika.
Keterangan tertulis Kemlu yang diterima, menyebutkan, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Barat, Tim UMKM Bandung dan Biofarma menyelenggarakan kegiatan Promosi Potensi Produk Farmasi dan UMKM di Bandung.
Kegiatan promosi produk potensial di Jawa Barat tersebut dihadiri oleh 22 diplomat fungsi ekonomi/atase perdagangan dan wakil dari 18 kedutaan besar negara-negara Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) yang berkantor di Jakarta.
Beberapa perwakilan negara sahabat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, antara lain dari India, China, Filipina, Myanmar, Laos, Kamboja, Timor Leste, Sudan, Maroko, Korea Utara, Afrika Selatan, Nigeria, Fiji, Zimbabwe, dan Papua Nugini; serta perwakilan negara yang berkedudukan di Malaysia dan Singapura, seperti Uganda, Leshoto dan Angola.
Atase perdagangan atau pejabat fungsi ekonomi dari negara-negara tersebut diundang untuk menjembatani upaya peningkatan kerja sama ekonomi, pemberdayaan UMKM dan promosi produk farmasi Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia, Pasifik dan Afrika.
Promosi UMKM menghadirkan 40 lebih pelaku usaha kecil dari beberapa sektor usaha, yaitu mode, kerajinan, agro, kuliner, alas kaki, informasi dan teknologi (IT), mesin, olahan perikanan dan kelautan.
Beberapa UMKM yang hadir sudah memiliki kantor cabang, telah mengekspor produknya serta mengikuti pameran internasional di luar negeri.
Selain memperkenalkan produk UMKM dan Biofarma kepada 22 diplomat dari kawasan Aspasaf, juga diadakan one-on-one meeting dengan perwakilan UMKM Jawa Barat, untuk memperkuat jejaring dan “branding”.
Peserta asing dalam pertemuan itu mengemukakan ketertarikan, terutama pada produk kopi, alas kaki, makanan olahan, batik dan garmen, serta IT. Ketertarikan tersebut akan ditindaklanjuti untuk mendorong hasil konkret.
Antusiasme peserta asing terhadap produk UMKM Jawa Barat, antara lain ditunjukkan dengan mengundang UMKM Jawa Barat menghadiri berbagai pameran dagang di negara mereka.
Beberapa diplomat fungsi ekonomi dan atase perdagangan asing yang mengikuti kegiatan promosi itu juga menyampaikan kesiapan untuk mendatangkan pembeli dari negaranya, dan membangun kerja sama dua arah antarUMKM.
Paguyuban UMKM Jawa Barat sangat mengharapkan ke depan dapat bertemu dengan pembeli potensial dari negara-negara Aspasaf.
Pada sesi berikutnya, para diplomat asing dari kawasan Aspasaf itu diajak lebih mengenal PT Biofarma yang telah berdiri sejak 1890. Biofarma merupakan satu-satunya produsen vaksin di Indonesia, dan merupakan salah satu pemasok utama vaksin di dunia di samping, Cina dan India.
Para peserta menyaksikan presentasi dan berkunjung ke packaging area dan museum yang menggambarkan sejarah PT Biofarma dan perannya dalam industri vaksin dan biosimilars dunia.
Selain bertemu dengan UMKM Jawa Barat dan Biofarma, perwakilan diplomatik asing tersebut juga berkunjung ke Saung Udjo untuk mengenal budaya dan industri kreatif Jawa Barat. (Ant)
Lihat juga...