"Batan akan tetap menghadirkan iptek baru demi kemajuan bangsa yang berbasis pada teknologi nuklir," kata Anhar di depan awak media, Jumat (28/6/2019).
Keadaannya menjadi genting sejak Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan tersebut tahun lalu dan memperketat rezim sanksinya terhadap Teheran.