“Penggunaan sistem irigasi tetes dalam penyiraman tanaman membuat air langsung meresap ke dalam tanah dan akar pohon,” kata Yance Maring, Minggu (26/7/2020).
“Saya mengadakan sekolah lapang dan diikuti 20 petani. Setelah selesai, saya alokasikan dana desa untuk membantu mereka melakukan budi daya hortikultura, seperti sayuran,” ungkapnya.
Veres, sapaannya, mengakui terkadang dirinya menjual tomat hingga harga Rp5.000 per kilogram, sementara petani lainnya menjual dengan harga Rp7.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Kondisi ini membuat para petani terpaksa melepas produknya ke pasaran dengan harga murah. Tetapi tidak semua hasil produksi terserap pasar sehingga pihaknya harus menjual dari rumah ke rumah.
"Harga tomat di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp2.500 per kilogram, turun dibanding sebelumnya masih mencapai Rp6.000 per kilogram," kata Safruddin, seorang petani tomat di Lembah Palu, Sabtu.
"Kami berupaya berpartisipasi meringankan beban masyarakat dengan membagikan bibit tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat hingga terong," kata Kepala BPTP Kalteng, Dr. Syamsuddin, di Palangka Raya, Selasa.