Hal ini mengafirmasi besarnya dukungan pemerintah untuk bidang-bidang prioritas, sebagai tambahan atas sisi alokasi belanja negara yang besar dalam fungsi APBN.
"Terus terang pertimbangan kita sangat matang, karena Singapura termasuk investor terbesar," Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Rofyanto Kurniawan.
Saat ini impor barang konsumsi mencapai 49,69 juta paket. Angka itu mengalami pertumbuhan 250 persen dibanding tahun lalu (2018) yaitu 19,57 juta paket.