Gelar Panggung Maestro, Menteri Kebudayaan Apresiasi Maestro Melangkah ke Depan

Jakarta, 28 Oktober 2025 — Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Film, Musik dan Seni, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, kembali menyelenggarakan Panggung Maestro.

Bekerja sama dengan Yayasan Bali Purnati, pagelaran ini merupakan Panggung Maestro kesembilan, yang mengusung tema “Tari- Tutur-Musik-Rasa-Gerak Menjaga Maestro. Melangkah ke Depan!” Panggung Maestro menjadi panggung penghargaan bagi para maestro yang telah mendedikasikan hidup mereka dalam menjaga dan merawat seni tradisi, sehingga budaya bangsa kita tetap lestari hingga kini.

Sepanjang karier yang umumnya lebih dari setengah abad, para maestro telah mendarmabaktikan kecakapan mereka menggubah karya seni
tradisi, melakukannya dengan penuh kesetiaan, sekaligus mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengemukakan bahwa para maestro ini telah menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.

“Kita berharap mereka dapat terus berbagi pengalaman, menurunkan ilmu, pengetahuan, serta keterampilannya, terutama dalam mengekspresikan diri melalui seni yang kita cintai bersama,” sambut Menbud.

Selanjutnya Menteri Fadli Zon menyampaikan harapan dengan hadirnya Panggung Maestro ini, dapat terus melestarikan budaya dan berbagai ekspresi budaya yang ada, terutama yang kini semakin langka.

Menbud turut menyampaikan keyakinannya bahwa banyak yang menantikan penampilan para maestro di panggung ini, karena pertunjukan
yang dibawakan oleh mereka memang tergolong jarang.

Panggung Maestro kali ini menghadirkan maestro seni tradisi dari Bali dan Sumatera Barat. Dari Bali menampilkan para maestro Gambuh Batuan seperti I Made Djimat; I Wayan Bawa; dan Ni Wayan Sekariani.

Sedangkan dari Sumatera Barat, tampil deretan maestro seperti Asmar, Maestro Gondang Baroguang; Asnimar, Maestro Tari Piriang
Suluah dan Tari Piriang Solok; Ernawati, Maestro Dendang; M. Halim, Maestro Saluang; dan Masri, Maestro Tari Buai-Buai.

Mengamini apa yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program Panggung Maestro ini bukan sekadar program seni, tapi juga memberikan semangat hidup bagi para maestro kita.

Menurutnya program ini punya nilai magis, karena memuliakan para maestro berarti juga menghidupkan kembali semangat kebudayaan itu sendiri.

Ahmad Mahendra kemudian mengutarakan jika setiap penyelenggaraan Panggung Maestro selalu menampilkan sosok yang berbeda, dari berbagai daerah.

Di panggung yang sudah ke-9 kalinya, menurutnya selalu ada kejutan, yakni menemukan bentuk kesenian yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

“Sejak awal kami memang sudah bertekad menjadikan ini program berkesinambungan. Mari kita berdoa agar Indonesia semakin baik dan para maestro kita terus diberi kesehatan agar kegiatan ini bisa terus berjalan. Kegiatan ini harus memberi ruang bagi para pelaku budaya di daerah, agar mereka merasa dihargai dan diapresiasi. Sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan, semua pelaku budaya, terutama maestro, perlu mendapat pengakuan dan kesempatan untuk tampil,” tutup Ahmad Mahendra.

Turut hadir dalam pagelaran malam ini yakni Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listy; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan, Andi Syamsu Rizal; dan Direktur Diplomasi Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Raden Usman Effendi.
Panggung Maestro pertama kali diselenggarakan pada Juli 2023.

Pada pelaksanaannya di 28 s.d. 29 Oktober 2025 yang berlokasi di Area Sunken, Museum Nasional Indonesia, pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan langka para maestro, tetapi juga dapat mengikuti Panggung Wacana: Temu dan Bincang Maestro, sebuah forum gelar wicara untuk mengartikulasikan nilai-nilai yang melingkari dan menyelimuti kerja keempuan seni tradisi.

Menutup pernyataannya, Menbud menyampaikan dukungan penuh atas pagelaran ini. “Oleh karena itu, kita sangat mendukung penyelenggaraan Panggung Maestro yang ke-9 kali ini, dan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di berbagai daerah lainnya. Ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada para maestro atas kontribusi mereka dalam bidang seni dan budaya selama ini,” tutup Menteri Fadli Zon. ***

Lihat juga...