Menteri Kebudayaan Resmikan Museum Sejarah Ternate
Ternate, 27 November 2025 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di Pulau Ternate, Maluku Utara untuk meresmikan Museum Sejarah Ternate, yang berada di dalam kompleks Benteng Oranje, Ternate.
Benteng Oranje merupakan salah satu situs peninggalan kolonial yang berperan penting di Nusantara pada masa lalu. Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan harapan agar museum-museum di Ternate dapat terus dikembangkan, direvitalisasi, dan diperkuat narasinya, baik terkait sejarah Kota Ternate maupun jejak monumental Fort Oranje.
Menbud Fadli menekankan bahwa museum harus menjadi “museum yang hidup”, dinamis, kontekstual, dan mampu berfungsi sebagai ruang belajar serta pusat aktivitas budaya.
Menbud juga menyoroti pentingnya penguatan narasi dan literasi budaya melalui museum.
“Narasi dan literasi harus dikembangkan, melalui film, musik, atau platform lain,” tegas Menbud Fadli.
Situs Benteng Oranje merupakan saksi sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara. Dibangun oleh Portugis, benteng ini digunakan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.
Setelah Spanyol berhasil menyerang benteng ini, Portugis Ternate. Namun pada masa selanjutnya benteng ini diberikan kepada VOC dan dibangun kembali pada tahun 1607 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Cornelis Matelief De Jonge.
Kemudian pada tahun 1609 diberikan nama Fort Oranje atau Benteng Oranje oleh Francois Witlentt, nama yang masih
terus digunakan hingga saat ini.
Ternate merupakan salah satu wilayah yang sangat penting pada masa lalu, sehingga sejarah kemasyuran rempah Nusantara perlu menjadi narasi edukasi bagi masyarakat.
Pada abad ke-17, benteng Oranje memegang peran penting karena juga merupakan tempat tinggal para Gubernur Jenderal VOC. Dari lokasi inilah perdagangan rempah diatur dan mengharumkan Nusantara hingga ke Eropa.
Hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir dan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Hadir mendampingi Menbud, Staf Khusus Bidang Protokol dan Rumah Tangga Kementerian Kebudayaan, Rachmanda Primayuda;
Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara, Winarto.
Melalui rangkaian kunjungan di Ternate, Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki ekosistem sejarah dan budaya yang sangat kaya.
Pemerintah berkomitmen mempercepat pemajuan kebudayaan melalui perlindungan warisan budaya, revitalisasi situs sejarah, penguatan museum, hingga pengembangan ekonomi budaya dan industri kreatif. ***