Fajar R. Ayuningtyas Novelis Asal Kulon Progo Ini Terbitkan Novel Misteri Penyeduh Bara

Dwipa News – Perilaku aktivitas online ternyata menarik jika dibuat novel. Ini terjadi pada novel terbaru Fajar R. Ayuningtyas berjudul Penyeduh Bara yang diterbitkan Interlude.

Kisah tentang dunia teknologi informasi ini diolah Fajar dengan cekatan sehingga mampu menghadirkan tokoh-tokoh yang menggugah. Ada tokoh Ted, misalnya, yang menyukai konten-konten tren. Kisah tidak hanya berhenti di dunia selancar internet namun juga hingga mitigasi bencana dan dunia preman.

Jadilah novel yang dihasilkannya seperti novel misteri.

Diakui Fajar, ia sebenarnya berangkat dari gagasan soal keamanan data, khususnya secara personal. Maka, novel ini pun juga mengingatkan agar hati-hati menggunakan internet.

Apalagi fakta membuktikan, belum lama pusat data nasional milik pemerintah juga kalang kabut karena diacak-acak hacker. Oleh sebab itu, novel ini seperti menemukan momentum aktualnya.

“Saya memang suka novel Sidney Sheldon,” demikian pengakuan Fajar dalam launching novel ini di Forum Sastra dan Teater Kamasutra, Kafe Cokro Roso, Dobangsan, Giripeni, Wates, Kulon Progo, Sabtu 31 Agustus 2024.

Para pengisi acara serta anggota Forum Sastra dan Teater Kamasutra di Kafe Cokro Roso. Foto: Tri Apriyadi

 

Strategi narasi ala Sidney Sheldon itu pula rupanya yang digunakan Fajar untuk mengembangkan dan mengeksekusi novel Penyeduh Bara.

Di sisi lain Satmoko Budi Santoso selaku pembedah novel menyatakan bahwa Fajar mempunyai sensibilitas khas yang jarang dimiliki penulis lain.

Khususnya karena ia menguasai dunia teknologi informasi. Hal ini jika dikembangkan lebih lanjut akan bernilai memperkaya capaian estetik dunia sastra Indonesia.

“Jadi karya sastra Indonesia tidak hanya didominasi oleh tema yang terkait kearifan lokal, misalnya,” papar Satmoko.

Bagi yang suka berselancar di dunia maya, memang wajib membaca novel ini, karena juga akan memahami dunia buzzer dan pekerjaan online lainnya.

Fajar juga berharap dirinya masih bisa menulis dan melahirkan karya lagi kelak di kemudian hari.

Mudah-mudahan novel ini memang akan menjadi bagian dari sekuel novel-novel berikutnya. Misalnya melahirkan novel khusus mengenai dunia hacker yang juga jarang tersentuh.

Modal Fajar untuk menulis kisah lanjutan tentang misteri dunia hacker memang sangat memungkinkan karena bekal untuk itu sudah dikuasainya dengan baik.

Dunia online bagaimana pun sudah menjadi dunia nyata yang tidak lagi menebarkan imaji maya. Dunia online sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan ideologi manusia saat ini di belahan bumi mana pun. ***