Universitas Muhammad Husni Thamrin Komitmen Cetak SDM Unggul
JAKARTA | Dwipanews.com – Universitas Muhammad Husni Thamrin (UMHT) mewisuda 1.054 mahasiswa yang berlangsung di Krakatau Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/11/2023).
Para wisudawan dan wisudawati UMHT tersebut terdiri dari lulusan Diploma 3, Diploma 4, Sarjana 1, Profesi Nurs, dan S2 yang berasal dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Komputer, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dengan mengangkat tema “Melangkah Maju Menuju UMHT Unggul” wisuda ini menjadi bukti UMHT mencetak para agen perubahaan, SDM inovatif yang bisa membangun bangsa kompetitif.
“Diharapkan mereka menjadi lulusan yang profesional dan pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam tentang manajemen, kolaborasi dan inovasi yang membawa dampak bagi negeri,” ucap Daeng dalam sambutannya.
UMHT sebagai universitas yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Abdul Radjak berkomitmen untuk melahirkan para wisudawan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Terpenting juga mampu menjadi wirausaha, serta tanpa henti untuk terus belajar dan berkarya di era digital saat ini.
“Kita melahirkan SDM yang level internasional. Mahasiswa kita memiliki kopetensi dan kualitas, berwawasan wirausaha mandiri, bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Daeng.
Hal ini menurut Daeng terbukti dari laporan kementerian mencatat bahwa setiap tahunnya rata-rata dalam kurun waktu tiga bulan para mahasiswa lulusan UMHT terserap oleh dunia kerja.
“Alhamdulillah 100 persen lulusan kami terserap di dunia kerja. Ada yang kerja di luar negeri, yang menyerap sekarang ini RS Dr Sulaeman Al Habib Saudi Arabia, Jerman dan Jepang. Negara tersebut mengakui kompetensi dan keahlian para lulusan UMHT,” ucap Daeng Mohammad Faqih, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PD IDI) periode 2018-2022.
Lebih lanjut, ia menjelaskan UMHT juga memiliki prestasi di bidang kewirausahaan dengan terpilihnya produk unggulan karya mahasiswa oleh kementerian. Hingga akhirnya diundang tampil di Expo Kewirausahaan Mahasiswa.
Pemerintah mendorong mahasiswa memiliki wirausaha, dan menurut Daeng, misi tersebut juga dimiliki oleh UMHT. Yakni selain menempuh akademi, juga mendorong mahasiswa untuk memiliki minat dan gagasan serta jiwa kewirausahaan yaitu untuk menciptakan produk.
“Produk- produk usaha para mahasiswa kamu ini dikompetisikan oleh kementerian,” ujarnya.

UMHT Bangun SDM Berkarakter Jujur
Dalam era digital dan persaingan global, Daeng menekankan bahwa setiap mahasiswa sebagai anak bangsa tidak hanya dituntut berkompetensi dan keahlian, tetapi juga adalah mempunyai moral dan karakter kerja yang jujur.
Maka itu, pada wisuda tahun ini UMTH menghadirkan pembicara Wakil Ketua KPK yaitu Dr. Nurul Ghufron, S.H, M.H.
Daeng menegaskan sebagai pendidik dirinya merasa prihatin dengan masalah di Indonesia terutama persoalan SDM yang belum mumpuni.
“SDM kita itu bukan tidak pintar tapi banyak kasus yang menimpa semua anak bangsa terutama yang di perusahaan BUMN, banyak kejadian-kejadian yang kemudian harus mempertanggungjawabkan,” ujar Daeng.
“Jadi kami melihat karakter SDM lulusan kita yang harus diperkuat, bukan hanya karakter kerja tapi karakter moral terutama kejujuran. Makanya wisuda tahun ini kami hadirkan Wakil Ketua KPK, Pak Ghufron,” tambahnya.
Dengan menjadikan Wakil Ketua KPK sebagai pembicara, Daeng berharap KPK bisa memberikan masukan kepada pemerintah bahwa SDM itu tidak melulu hanya ahli dan pintar pengetahuan. Tapi juga aspek sikap dan askep apektif yang menjadi unsur tujuan pendidikan itu yang harus dikuatkan.
“Karakter itu secara moral dan karakter kerjanya harus baik. Jadi SDM itu selain baik dan tangguh juga jujur,” tegasnya.
Dalam paparannya, Wakil Ketua KPK Dr. Nurul Ghufron, S.H, M.H mengatakan, alumni dari universitas itu adalah bagian dari SDM yang diharapkan dan tentu menjadi harapan bangsa.
Menurutnya, harapan dan ekspektasi masyarakat terhadap SDM dan universitas itu ada tiga aspek. Yakni pertama, knowledge atau pemikiran seseorang. Kedua skill, dan yang paling utama adalah integritas.
Karena integritas itu menurut Ghufron, akan memberikan warna dan nilai dari urgensi dari SDM itu. Skill dan juga knowledge itu akan berarti jika berintegritas. Sebaliknya, tanpa integritas, maka sebaliknya akan mengancam.
“Oleh karena itu, saya menitip kepada Universitas Muhammad Husni Thamrin perlu juga menitipkan dan memberikan muatan dalam kurikulum adalah knowledge skill dan yang utama adalah integritas. Karena orang yang beretika berintegritas itu masih bisa diharapkan, sementara orang miring integritas itu bahkan mengkhawatirkan bagi bangsa ini,” pungkas Ghufron.