Pelajari Sejarah Muhammadiyah, Ratusan Pelajar SD Kunjungi Moseum

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA Cendana News — Ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman melakukan kunjungan ke Moseum Muhammadiyah yang terletak di kompleks Kampus Pusat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Selasa (28/02/2023).

Didampingi kepala sekolah serta para guru, para siswa nampak antusias berkeliling serta mempelajari isi moseum yang mulai dibangun sejak 2017 dan diresmikan pada 2022 lalu ini.

Moseum Muhammadiyah sendiri merupakan sebuah moseum yang menggambarkan sejarah perjalanan pendirian salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah.

Selain menjadi salah satu tujuan wisata edukasi baru bagi masyarakat, keberadaan Museum Muhammadiyah ini juga telah menjadi pusat pendidikan dan pengkaderan bagi seluruh anggota Muhammadiyah di tanah air.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman, Ari Wibowo, mengatakan ada sebanyak 240 siswa mulai dari kelas 1 sampai 6 yang ikut serta dalam kegiatan ini. Sebagai salah satu bagian pendidikan di luar kelas, kunjungan ini dilakukan untuk mengenalkan para siswa mengenai sejarah Muhammadiyah.

“Sebagai sekolah Muhammadiyah, selama ini seluruh siswa kami telah menerima pelajaran tentang kemuhammadiyahan. Namun hanya sebatas teori. Nah, dengan mengunjungi Moseum ini, para siswa akan bisa praktek atau belajar secara langsung. Baik lewat diorama, video, koleksi artefak dan sebagainya,” katanya.

Dibangun di lahan seluas kurang lebih 1 hektar, Museum Muhammadiyah sendiri nampak berdiri megah dengan memanfaatkan bangunan modern setinggi 4 lantai. Pada lantai 1 moseum ini menggambarkan sejarah perjalanan Muhammadiyah generasi awal di era KH Ahmad Dahlan.

Lalu ada pula penggambaran perkembangan lembaga-lembaga pendidikan organisasi Muhammadiyah dan organisasi otonom termasuk Hizbul Wathon (HW), yang melahirkan tokoh perjuangan dan pahlawan bangsa, yaitu Jendral Soedirman.

Hingga ada pula Aisyiyah, salah satu inisiator kongres perempuan pertama, yang membuka kesadaran tentang hak perempuan.

Dikonsep secara modern dengan memanfaatkan teknologi berbasis android, di moseum ini juga terdapat diorama-diorama yang menggambarkan suatu pemandangan atau peristiwa sejarah yang berkaitan dengan Muhammadiyah.

Salah seorang siswa, Nadin Wijaya, kelas 5 SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, mengaku senang bisa mengunjungi Moseum Muhammadiyah ini. Ia mengaku semakin mengetahui sejarah tentang pendirian Muhammadiyah. Termasuk diantaranya sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammad.

“Senang sekali bisa kesini untuk pertama kali. Jadi semakin paham tentang sejarah perjuangan para pendahulu dalam mendirikan Muhammadiyah. Salah satu yang paling berkesan ada miniatur kapal replika yang digunakan KH Ahmad Dahlan untuk belajar di Makkah,” ungkapnya.

Lihat juga...