Peternak di Berbah Sleman masih lestarikan adat Gumbregan

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Masyarakat di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, masih melestarikan upacara adat selametan hewan ternak yang disebut Gumbregan.

Gumbregan yang masih dilestarikan oleh masyarakat peternak di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, tersebut merupakan simbol ucap syukur.

Pada upacara adat Gumbregan, masyarakat peternak di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, bersama-sama membuat uba rampe untuk sesaji.

Ketua Kelompok Ternak Sapi Sedyo Mulyo Jogotirto Supriyanto, menjelaskan upacara adat Gumbregan diadakan untuk memperingati ulang tahun ke-25 kelompok ternak yang dipimpinnya.

Upacara adat Gumbregan digelar di pendopo kandang kelompok ternak di Padukuhan Jragung, Sabtu (31/12).

Hadir dalam acara tersebut anggota kelompok ternak, kepala padukuhan setempat, dan tokoh masyarakat serta sesepuh.

Supriyanto menyampaikan, saat ini jumlah anggota kelompok ternaknya mencapai 50 orang dengan jumlah sapi 94 ekor.

Usia kelompok ternak hingga mencapai 25 tahun, tentu saja menjadi berkah tersendiri.

Karenanya, Supriyanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok atas kerja samanya.

“Semoga kerja sama kelompok ini akan terus terjaga, dan semakin berkembang,” ujar Supriyanto dikutip dari laman slemankab, Selasa (3/1/2023).

Gumbregan adalah upacara adat yang dilakukan oleh pemilik ternak untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan TME, atas kesejahteraan dan kemakmuran berupa hewan ternak.

“Upacara ini digelar dengan harapan semoga ke depan hewan-hewan ternak lebih baik dan berkembang,” kata Sutedjo, sesepuh Kelompok Ternak Sedyo Mulyo.

Dia menjelaskan, perlengkapan upacara adat Gumbregan merupakan simbol ucapan rasa syukur.

Lihat juga...