Kemenkes mobilisasi nakes penanganan dampak gempa di Cianjur
Admin
JAKARTA, Cendana News – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memobilisasi sejumlah tenaga kesehatan untuk memberikan pertolongan pada korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.
Gempa yang terjadi di Cianjur dan sekitarnya pada Senin (21/22), telah menyebabkan korban jiwa dan luka, serta kerusakan sejumlah rumah sakit.
Juru Bicara Kemenkes, dr Muhammad Syahril mengatakan sejumlah kerusakan fasilitas kesehatan akibat gempa di Cianjur itu masih dalam pendataan.
Sementara itu, data populasi penduduk menurut BPS Kabupaten Cianjur pada Senin (21/22) terdapat sekitar 169.000 orang yang terdampak. Dan, sekitar 5.000 orang mengungsi ke beberapa titik.
Adapun fasilitas kesehatan yang terdampak, antara lain RSUD Cianjur, Puskesmas Cugenang, Kabupaten Cianjur, Puskesmas Pacet, Kabupaten Cianjur, dan Puskesmas Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.
Untuk itu, Kemenkes telah memobilisasi tenaga kesehatan dan logistik kesehatan sebagai langkah tanggap penanganan korban bencana.
Sejumlah tenaga kesehatan dari bidang kedokteran dan tenaga kesehatan (Biddokes) 22 tenaga kesehatan, dan 1 ambulans.
Dari Kantor Kesehatan Pelabuhan 26 tenaga kesehatan dan 3 ambulans, RSUP Hasan Sadikin mengirimkan tim dan menyiapkan UGD untuk melayani pasien dari Cianjur.
Dari IDI ada 3 dokter spesialis bedah, 1 tim medis dan 1 ambulans, dan dari Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) ada 3 dokter spesialis bedah ortopedi, dan 5 petugas PSC (Public Safety Center) 119.
Kemenkes juga memobilisasi logistik kesehatan berupa tenda rangka ukuran 612 meter, velbed, kit operasional HEOC, dan obat-obatan.
Kemudian, masker, masker anak, APD, oksigen konsentrator, antigen kit, emergency kit, handscoon, body bag, pampers dewasa dan anak, paket kesling, family kit.
Adapun prosedur triase penanggulangan kegawatdaruratan bagi korban luka ringan dan dapat dilakukan rawat jalan dilakukan perawatan di RS Cimacan dan RS Dr Hafiz.
Untuk pasien luka sedang dilakukan perawatan di RS Bhayangkara dan RS Lapangan TNI.
Sementara pasien yang memerlukan pengobatansegera karena kondisi kritis dan butuh operasi besar, dimobilisasi ke tiga rumah sakit, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung, RSUD Kota Bogor, dan RS Sukabumi.
Sumber: Kemenkes RI