FPL Palem swadaya lakukan konservasi tanaman langka Gunung Merapi

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Indonesia selama ini dikenal sebagai negara dengan tingkat biodiversitas atau keanekaragaman hayati paling tinggi di seluruh dunia.

Hampir setiap wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman hayati, baik itu dari sisi gen, ekosistem maupun spesies flora dan fauna yang sangat bermacam dan berlapis-lapis.

Sayangnya, saat ini kekayaan biodiversitas atau keanekaragaman hayati itu semakin terancam berkurang sering dengan perubahan lahan dan sumber-sumber kehidupan yang ada.

Padahal, nenak moyang kita sejak dulu sebenarnya sangat menghargai dan menjunjung tinggi keanekaragaman dan kelestarian alam di lingkungan sekitarnya.

Hal itu terbukti dengan banyaknya spesies flora atau tanaman yang kerap dijadikan sebagai nama suatu daerah. Mulai dari pohon Maja, pohon Kendal, Cendana, Bintaro, Kemang, pohon Menteng, Gandaria dan sebagainya.

Penamaan suatu daerah dengan nama pohon ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal leluhur dalam mengenalkan, dan melestarikan pohon-pohon yang sudah sangat jarang diketahui tersebut.

Sebagai upaya meneruskan semangat leluhur itulah, sejumlah kelompok  masyarakat di berbagai daerah saat ini mulai banyak melakukan gerakan pelestarian pohon-pohon langka semacam itu.

Seperti dilakukan kelompok Forum Peduli Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL Palem) di Sleman.

Mereka aktif melakukan kegiatan pelestarian lingkungan salah satunya konservasi tanaman langka.

Salah seorang anggota FPL Palem, Parjono, menyebut kawasan lereng gunung Merapi khususnya wilayah Cangkringan memiliki sejumlah spesies pohon langka yang saat ini semakin terancam punah.

Seperti pohon Cangkring yang dipakai menjadi nama kecamatan Cangkringan, hingga pohon Kepuh yang digunakan sebagai nama desa Kepuharjo.

“Keberadaan pohon-pohon ini saat ini sudah semakin langka. Salah satu sebabnya adalah faktor alam yakni erupsi gunung Merapi seperti terjadi tahun 2010 lalu,” katanya.

Untuk melestarikan keberadaan pohon-pohon langka di kawasan lereng gunung Merapi tersebut, FPL Palem aktif melakukan kegiatan konservasi.

Salah satunya melakukan budi daya swadaya pohon-pohon langka itu.

“Salah satu pohon yang sedang coba kita perbanyak adalah pohon Kepuh, karena sudah sangat jarang ditemui. Padahal pohon ini sangat penting dan bagus untuk menjaga ketersediaan air tanah, mencegah longsor dan sebagainya,” ungkapnya.

Memiliki bentuk daun seperti ketela, Pohon Kepuh yang mampu tumbuh setinggi 20-30 meter dengan diameter lingkar batang 1 meter ini coba dibudidayakan FPL Palem dengan cara penyemaian biji.

“Namun kita cukup kesulitan mencari biji pohon ini karena memang pohon Kepuh yang sudah besar dan berbuah sangat sulit ditemui. Ini saja kita harus mencari biji sampai ke daerah Jawa Barat,” katanya.

Menurut Parjono, hasil perbanyakan bibit pohon langka seperti Kepuh ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar untuk ditanam di kawasan lereng gunung Merapi. Sehingga diharapkan kelestarian pohon-pohon langka ini dapat terjaga.

“Kita hanya berharap pohon-pohon langka yang ada di Indonesia ini tidak punah begitu saja. Sehingga anak cucu kita nanti tetap bisa mengetahui. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa menginspirasi masyakarat daerah lain daerah agar ikut melakukan hal yang sama,” katanya.

Lihat juga...