Koperasi Pesantunan Siapkan Semua Kebutuhan Petani Bawang Merah
BREBES, Cendana News – Koperasi KUD Berkah Damandiri Pesantunan optimis rencana pengembangan paket pinjaman khusus bagi petani bawang merah akan saling membantu.
Pengurus koperasi KUD Berkah Damandiri Pesantunan menyatakan, jika program itu juga akan menambah pemasukan koperasi.
Apalagi, koperasi KUD Berkah Damandiri Pesantunan berencana memproduksi bibit bawang merah unggul secara mandiri.
Nantinya, bibit bawang merah itu akan menjadi bagian dari program paket pinjaman modal usaha budi daya tersebut.
Manajer Umum KUD Berkah Damandiri Pesantunan, Slamet Abdurokhman menjelaskan pihaknya sudah merancang program itu dengan detail dan matang.
Baca: Koperasi Pesantunan Siapkan Pinjaman Untuk Petani Bawang Merah
Pihaknya akan memberikan paket pinjaman itu dalam bentuk barang maupun jasa.
Baik berupa bibit bawang merah, sarana dan prasarana pertanian (saprotan) serta modal kerja untuk penggarapan lahan.
Rencananya nanti koperasi akan produksi bibit sendiri. Sehingga begitu ada petani yang mengajukan paket pinjaman modal bibit, koperasi tinggal mendistribusikannya.
Begitu juga untuk keperluan saprotan. Koperasi saat ini sudah punya unit usaha Warung Tani Kita yang menjual berbagai macam kebutuhan saprotan.
Menurut Slamet, dengan skema ini koperasi tidak hanya akan mendapatkan keuntungan dari hasil memberikan jasa pinjaman modal senilai Rp25-28 juta.
Namun juga dari hasil penjualan bibit bawang merah maupun saprotan, dalam sekali musim tanam atau sekitar 2-3 bulan.
Dia mengatakan, jika pinjaman modal usaha diberikan dalam bentuk cash, petani bisa membelanjakan bibit maupun kebutuhan saprotan ke toko di luar koperasi.
Sementara jika koperasi bisa menyediakan semua kebutuhan itu, maka koperasi akan bisa mendapatkan keuntungan tambahan.
Selain itu, para petani juga akan untung karena mereka tidak perlu repot lagi mencari bibit maupun kebutuhan lain di luar koperasi.
Selain itu, koperasi KUD Berkah Damandiri Pesantunan juga berencana akan menyerap hasil panen bawang merah para petani.
Hal itu agar harga jual bawang merah pertani tidak jatuh ke tangan para tengkulak, sehingga harganya sangat rendah.
“Rencananya, koperasi akan membeli hasil panen bawang merah dari petani, dan mengolahnya menjadi bibit siap tanam,” ungkapnya.
Untuk bisa mewujudkan rencana tersebut, KUD Berkah Damandiri Pesantunan mengaku membutuhkan modal senilai Rp200 juta.
Modal ini diperkirakan bisa untuk membantu dan membina sedikitnya 10 orang petani di desa Pesantunan.
Koperasi juga membutuhkan gudang minimal seluas 10 x 10 meter persegi untuk menyimpan, dan mengolah bawang merah hasil panen petani menjadi bibit unggul siap tanam.
Terkait SDM, Slamet memastikan pihaknya sudah sepenuhnya siap. Mengingat mayoritas warga desa Pesantunan termasuk para pengurus koperasi telah memahami setiap aspek budi daya bawang merah.
“Pihak KBSB dan Yayasan Damandiri juga sudah menyambut baik rencana koperasi ini, sehingga saat ini kita sedang menunggu proses peninjauan,” ungkapnya.