14-8-1979 Presiden Soeharto Resmikan Jembatan Tol Citarum dan Ruas Bogor-Ciawi

SELASA, 14 AGUSTUS 1979 Presiden Soeharto meresmikan jembatan tol Citarum dan ruas Bogor-Ciawi dari jalan tol Jagorawi.

Peresmian ini berlangsung di Rajamandala, Cianjur, Jawa Barat (14/8/1979). Jalan tol Citarum yang besar dan panjang serta mempunyai konstruksi yang tinggi ini, dibuat sepenuhnya dengan hasil pikiran dan tangan-tangan tenaga muda Indonesia sendiri.

Dalam kata sambutannya, Presiden Soeharto mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir (1069-1979), telah banyak membangun prasarana perhubungan, baik yang baru, menaikkan mutu yang telah ada ataupun memperbaiki yang rusak.

“Kita telah menggarap pelabuhan-pelabuhan laut dan udara, kereta api, jalan dan jembatan, serta telekomunikasi. Kita juga telah melipatgandakan alat-alat angkutan di darat, sungai, laut dan udara. Semua itu kita lakukan dengan tujuan meningkatkan kegiatan ekonomi, memperluas jangkauan pembangunan dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi segala kebutuhannya,” sebut Presiden.

Presiden mengatakan, Jembatan Tol Citarum dan Jalan Tol Jagorawi merupakan jembatan dan jalan terbaik yang dimiliki. Tentu dalam melaksanakan pembangunan, kita selalu ingin menciptakan yang terbaik. Akan tetapi masalah-masalah pembangunan yang ditangani sangat banyak, hingga harus menentukan prioritas yang tepat.

“Karena itu dalam melaksanakan pembangunan, maka sasaran-sasaran kita bukan sekedar memenuhi persyaratan yang terbaik saja, melaikan, sasaran terbaik yang dapat menjadi kenyataan, serta dapat mendorong pertumbuhan dan memenuhi rasa keadilan sosial,” terang Presiden.

Dikatakan Presiden, Jembatan Tol Citarum yang besar dan panjang, yang mempunyai konstruksi yang tinggi ini, dibuat sepenuhnya dari hasil pikiran dan tangan-tangan tenaga Indonesia sendiri.

“Ini sungguh membanggakan dan membesarkan hati kita semua,” sebutnya.

Demikian pula Jalan Tol Jagorawi, walaupun kontraktor yang melaksanakan pembangunan dari luar negeri, namun tidak sedikit pula pikiran dan tenaga kita yang ikut serta menyelesaikan jalan yang istimewa itu.

“Semua itu merupakan investasi, manusia, penguasaan teknologi dan keterampilan, serta kemampuan melaksanakan proyek-proyek besar, yang sangat penting artinya dalam pembangunan bangsa kita selanjutnya,” tambah Presiden.

Karena itu, Kepala Negara menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua tenaga Indonesia yang telah menyelesaikan kedua proyek tersebut.

____________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 193. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Lihat juga...