Lebaran Jadi Berkah Warga Sekitar TPU di Bandar Lampung
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG, Cendana News – Lebaran menjadi berkah bagi warga di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Bandar Lampung.
Setiap menjelang dan pada hari pertama hari raya Lebaran Idul Fitri, masyarakat mendoakan orang tua atau leluhurnya di makam.
Tradisi ziarah makam itu pun juga berlangsung pada hari menjelang bulan Ramadhan. Namun pada hari Lebaran, tradisi ziarah makam makin ramai.
Hal tersebut menjadi berkah bagi warga di sekitar TPU. Salah satunya, sejumlah TPU di Bandar Lampung.
Rozali, pedagang bunga tabur di pemakaman Sukaraja, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, mengaku pada momentum Lebaran ini omzetnya lumayan banyak.
Dalam sehari, dia mengaku bisa menjual puluhan bungkus plastik bunga tabur berbagai jenis.
Sebagian bunga telah dimasukkan dalam botol berisi air sekaligus minyak wangi. Ia menjual setiap bungkus bunga dengan harga mulai Rp10.000.
Rozali sudah belasan tahun berjualan bunga tabur bersama sang istri. Memakai meja kecil tepat di gerbang makam, memudahkan peziarah yang akan berdoa.
“Sehari saya bisa memperoleh ratusan ribu rupiah,” kata Rozali, Selasa, 3 Mei 2022.
Menurutnya, permintaan bunga tabur dalam plastik, botol dan buket bunga meningkat sebelum Ramadhan.
Sejumlah peziarah sudah mengunjungi makam untuk mendoakan keluarga sebelum dan selama Ramadhan.
Sebagian warga kembali berziarah beberapa hari sebelum Idul Fitri. Berdoa di makam dengan membawa bunga menjadikan peluang usaha berjualan bunga cukup menjanjikan.
Adapun pasokan bunga dari penanam bunga di wilayah Teluk Betung Barat.
Jenis bunga yang kerap dijual meliputi mawar, melati, pacar air, kantil, kamboja hingga bunga kertas.
Semua bunga tersebut disatukan dalam sejumlah kemasan dan botol.
“Sebagian warga membawa bunga dari rumah, tapi lebih banyak yang membeli di sekitar TPU,”ungkapnya.
Ziarah ke TPU juga terlihat ramai di TPU Teluk Betung Barat. Di wilayah tersebut terdapat sejumlah TPU tepat di Jalan Banten.
Rahmat, juru parkir di sekitar TPU mengaku telah melakoni pekerjaan tersebut belasan tahun silam.
Bersama sejumlah warga, Rahmat bilang memanfaatkan momen. Sebagian warga memilih menjadi juru bersih makam sebelum keluarga berdoa di sekitar makam.
Memanfaatkan sapu, ember dan lap untuk membersihkan batu nisan.
Sebagai juru parkir, ia mengaku pengunjung kerap memberi uang mulai Rp2.000 bahkan sebagian lebih.
“Momen Lebaran banyak yang bersedekah, sebagian bahkan berniat memberi THR. Terutama yang datang dari Jakarta dan kota lain,” ulasnya.
Rahmat menambahkan, momen ziarah menjadi peluang mendapat berkah. Salah satu pamannya yang menjadi juru doa kerap dipanggil untuk berdoa di makam.
“Juru parkir, juru doa, juru bersih makam bisa mendapat penghasilan puluhan hingga ratusan ribu rupiah per hari,” katanya.
Sementara itu pedagang makanan aci telur, Rustam, juga mengaku mengalami kenaikan omzet.
Sejak Lebaran pertama ia mendapat omzet ratusan ribu rupiah. Sejumlah peziarah berasal dari wilayah Bandar Lampung dan sebagian dari luar Lampung.
“Omzet meningkat karena masih suasana Lebaran. Selain peziarah juga warga sekitar TPU yang membeli,” ungkapnya.
Sementara salah satu peziarah, Rusmini, mengaku datang berziarah bersama keluarga.
Ia mudik dari Jakarta ke Bandar Lampung. Meski telah berziarah secara pribadi, ia kembali berziarah bersama keluarga besar dari Palembang.
Menurutnya, memberikan sedekah kepada pembersih makam, juru doa hingga juru parkir rutin dilakukan setiap tahun.
Ia mengaku juga memberi sedekah untuk juru kunci makam yang menunggu TPU tersebut.