Kemandirian Ekonomi, Polda DIY Modali Eks Napiter Berjualan Es Dawet

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA, Cendana News – Persoalan ekonomi tak bisa ditampik masih menjadi faktor dominan penyebab muncul dan maraknya aksi terorisme serta kelompok radikal yang terjadi di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Pasalnya, faktor ekonomi dinilai dapat mempengaruhi seseorang untuk masuk ke dalam jaringan atau kelompok terorisme karena adanya jaminan akan kehidupan yang Iayak dan terbebas dari kemiskinan.

Tak terkecuali bagi para mantan narapidana terorisme yang telah menjalani hukuman. Selama kondisi perekonomian keluarganya belum stabil, bukan tidak mungkin seorang eks napiter, akan kembali terjerumus ke paham radikal dan tindakan terorisme.

Hal itulah yang menjadi salah satu perhatian. Sebagai upaya mencegah hal tersebut, jajaran Ditintelkam Polda DIY pun secara rutin memberikan pendampingan bagi eks napiter di wilayah DIY.

Selain aktif menjalin komunikasi dengan yang bersangkutan, Polda DIY juga rutin memberikan bantuan guna menumbuhkan kemandirian ekonomi dikalahkan para eks napiter. Seperti dilakukan pada eks Napiter Joko Susilo (45) asal Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Melalui Unit C Subdit IV, Ditintelkam Polda DIY memberikan bantuan berupa seperangkat alat seperti gerobak, mesin pres cup, hingga sejumlah bahan baku kebutuhan untuk berdagang minuman, pada Joko Susilo.

Kanit C Subdit IV Ditintelkam Polda DIY Kompol Hardijanto mengatakan bantuan berupa gerobak dan alat pres cup ini diberikan sesuai permintaan keluarga Joko Susilo yang mengaku membutuhkan barang keperluan untuk berdagang es dawet.

Pasalnya sejak bebas dari masa tahanan sekitar setahun lalu, Joko Susilo hingga saat ini diketahui masih belum memiliki pekerjaan tetap. Sehingga pihak Polda DIY berupaya membantu memberikan modal usaha dalam bentuk barang tersebut.

“Bantuan ini kita berikan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi di kalangan eks napiter. Diharapkan ketika sudah memiliki pendapatan tetap, mereka bisa menghindari hal-hal negatif, khususnya paham radikal dan terorisme,” katanya.

Hardijanto berharap agar Joko Susilo dapat memanfaatkan bantuan yang telah diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Yakni untuk memulai kehidupan baru bersama keluarga yang lebih baik. Dengan selalu menjunjung kesetiaan pada NKRI.

Sementara itu, Joko Susilo beserta istri, Siti Nur Afifah, mengaku sangat berterima kasih pada Pihak Polda DIY, khususnya jajaran Unit C Subdit IV Ditintelkam, yang tak henti memberikan perhatian dan kepedulian pada keluarganya selama ini.

Ia mengaku akan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Yakni menggunakannya untuk berjualan aneka minuman seperti es dawet, es buah, dan lain sebagainya.

“Rencananya saya mau jualan es dan sejumlah makanan ringan. Karena sejak dulu memang ingin berjualan es dawet. Nanti akan berjualan di sekitar wilayah sini. Mudah-mudahan laris sehingga bisa bermanfaat untuk perekonomian keluarga,” kata Siti.

Lihat juga...