Indonesia Kirim Bantuan Obat dan Alkes ke Sri Lanka
Admin
JAKARTA, Cendana News – Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan ribuan kilogram obat-obatan dan alat kesehatan ke Sri Lanka.
Bantuan obat dan alat kesehatan itu menyusul adanya krisis di negara Sri Lanka.
Krisis tersebut telah berdampak pada terjadinya kelangkaan obat dan alat kesehatan di negara Sri Lanka.
Sebanyak 3.026 kilogram bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan esensial dan alat kesehatan dikirimkan ke Sri Lanka.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan dengan semangat kemanusiaan dan solidaritas sebagai negara sahabat, Indonesia menyerahkan bantuan kesehatan untuk Pemerintah dan masyarakat Sri Lanka.
Sekjen menjelaskan, sebelumnya Kemenkes telah menjalin komunikasi intens dengan berbagai pihak guna menggalang donasi kemanusiaan tersebut.
Antara lain dengan Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, dan WHO Indonesia.
Serta sembilan perusahaan farmasi, yakni PT. Dexa Medica Group, PT Bernofarma, PT Global Onkolab Farma (Kalbe Group), PT CKD Otto.
Dan, PT Jayamas, PT Safelock, PT Ocean Medika, PT Bara Sehat Jaya dan PT Triton Manufactures.
Berkat bantuan program CSR dari sembilan perusahaan tersebut, total donasi berhasil terkumpul senilai Rp22,1 miliar.
“Terdiri dari 11 item obat dan 8 item alat kesehatan,” jelas Sekjen.
Menurut Sekjen, bantuan tersebut dikirim dalam 2 kloter menggunakan pesawat kargo, dari Bandara Soekarno-Hatta.
Kloter pertama berangkatkan pada Kamis (28/4) dengan total berat 1.284 kg (1,2 ton).
Terdiri dari 8 item obat sitostatika dan 6 item alat kesehatan, senilai Rp4.527.331.397.
Kloter kedua rencananya akan berangkat pada tanggal 8 Mei 2022. Dengan total berat 1.834 kilogram (1,8 ton).
Terdiri dari 2 item obat sitostatika, 1 suplemen untuk pasien kanker, dan 2 item alat kesehatan senilai Rp17.628.620.848.
Kemenkes memastikan seluruh proses pengiriman aman karena sesuai standar pengiriman barang ke luar negeri.
Sekjen mengungkapkan, bantuan tersebut merupakan wujud hubungan baik dan erat antara dua negara.
Indonesia dan Sri Lanka telah menjadi mitra strategis sangat lama. Pada tahun 2022 ini, bahkan telah memasuki usia ke 70 tahun.
”Semoga bantuan ini bisa membantu mengurangi beban saudara-saudara kita di Sri Lanka,” harap Sekjen.
Sementara itu mewakili Pemerintah Sri Lanka, Yasoja Gunasekera menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemerintah, masyarakat dan sektor swasta di Indonesia.
Menurutnya, bantuan kemanusiaan ini merupakan refleksi dari kuatnya hubungan antara Indonesia dan Sri Lanka.
”Dari hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih,” kata Yasoja.
Sumber: Kemenkes RI