Ini Langkah Membuat Kerajinan Kulit dengan Model Pewarnaan Ecoprint

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

“Dilihat dari bahannya ada dua kelompok besar kulit. pertama kulit yang telah mengalami proses pengolahan/penyamakan kulit yang kemudian disebut leatheratau kulit-jadi (kulit tersamak). Sementara Kedua adalah kulit yang belum mengalami pengolahan dengan bahan kimiawi,” kata Novi.

Jenis kulit pertama dikatakan biasa digunakan sebagai bahan baku industri persepatuan dan non persepatuan. Umumnya merupakan barang-barang terpakai (fungsional). Sehingga masih alami dan merupakan bahan mentah.

Sedangkan jenis kulit kedua biasa digunakan dalam seni tatah sungging sebagai bahan utama. Kulit yang masih alami ini dalam dunia perkulitan dikenal dengan sebutan kulit perkamen atau kulit mentah.

Lalu bagaimanakah cara mewarnai kulit dengan teknik Ecoprint?

Tentu saja yang pertama harus disiapkan adalah bahan bakunya. Yakni kulit domba, tawas, tunjung, kain katun, cuka, soda abu, plastik wrap, air, tali rafia, bunga kenikir, kamboja dan pucuk daun jati, daun lanang, daun jarak wulung, daun kalpataru, dan daun papaya jepang.

Selain bisa didapatkan di toko-toko, bahan tersebut juga bisa diperoleh dari lingkungan sekitar. Proses ecoprint ini kemudian diawali dengan mordanting yaitu proses untuk meningkatkan daya serap kulit terhadap zat pewarna alami. Selain itu juga untuk membersihkan dan membuka pori kulit sehingga warna yang dihasilkan akan maksimal.

Lihat juga...