Sambut Milad 40 Tahun Masjid YAMP, Pengurus DIY Gelar Studi Banding
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA — Dalam rangka memperingati Milad 40 tahun Masjid YAMP (Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila), Forum Silaturahmi Takmir Masjid (Formi) YAMP DIY akan melaksanakan Kunjungan Study Banding di 2 tempat yaitu Masjid YAMP Baitushomad Tegalombo dan Masjid Agung Al Fallah Kabupaten Pacitan pada hari Sabtu, 19 Februari 2022 mendatang.

Diikuti sebanyak 35 orang peserta, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar pengurus masjid YAMP di seluruh Indonesia, sekaligus sharing pengalaman maupun ilmu pengelolaan masjid demi memakmurkan dan menjaganya eksistensi Masjid YAMP di setiap wilayah khususnya di DIY.
Ketua Pengurus Forum Silaturahmi Masjid YAMP DIY, H.Suripto, SH, MSi, mengatakan Forum Silaturahmi Takmir Masjid (FORMI) YAMP DIY, didirikan sejak tahun 2007 lalu dengan tugas dan fungsi untuk mengkoordinir seluruh masjid YAMP yang ada di DIY, sebanyak 25 Masjid. Koordinasi ini diperlukan dalam upaya menjaga masjid YAMP agar tetap eksis dan terpelihara dan dikelola dengan baik.
“Agar bisa dikelola dengan runtut dan tertib perlu organisasi turunan YAMP Pusat yang ada didaerah, sehingga kegiatan bimbingan dan pembinaan menjadi lebih mudah untuk dikoordinasikan. Terlebih pengelolaan dan pemeliharaan masjid YAMP telah diserah terimakan dari YAMP ke DKM atau Dewan Ketakmiran Masjid setempat,” ungkapnya.
Untuk mengatasi berbagai tantangan dan hambatan dalam pengelolaan masjid itulah Formi Yamp DIY terus berupaya melakukan berbagai hal. Mulai dari menggerakkan jamaah di masing masing masjid YAMP, memelihara bagunan fisik masjid maupun melakukan pengembangan lainnya.
“Karena hal itu merupakan kunci dasar dibangunya masjid YAMP sebagaimana harapan pendiri masjid YAMP. Untuk itu dalam rangka tetap melestarikan, menjaga, memelihara dan memakmurkan masjid perlu organisasi yang bisa melaksanakan tugas tersebut,” ungkapnya.
Formi YAMP DIY seluruh pengurus masjid YAMP di DIY rutin menggelar forum pertemuan setiap 3 bulan sekali. Pertemuan dilakukan secara bergiliran dengan cara berkeliling di seluruh masjid YAMP di DIY yang ada di 4 Kapupaten dan 1 Kota. Yakni dengan rincian masjid Kota Yogyakarta ada 2, Bantul ada 3, Kulon Progo ada 4, Gunung Kidul ada 5 dan Sleman ada 11 Masjid YAMP.
“Kegiatan Forum Silaturahmi ini , intinya adalah untuk saling berkunjung sekaligus mengenal wilayah masjid YAMP yang lain. Diharapkan lewat kunjungan ini akan muncul dampak positif bagi semua pihak. Misalnya saja pihak yang dikunjungi, akan menata masjid masing-masing supaya tetap terjaga sehingga masjid YAMP yang ada di DIY tetap terpantau keberadaannya,” katanya.
Disebutkan, dari 25 Masjid YAMP di DIY ada 4 ciri khas yang dimiliki. Yaitu Masjid Perkantoran, Universitas/institut, Pedesaan, Perumahan, Komplek Pasar.
Untuk masjid perkantoran seperti Masjid AL khidmad BKN Yogyakarta, Masjid Sultan Agung DIKLAT Depdagri Baciro, dan Masjid At Taqwa Komplek RSP Harjolukito Lanud Adisucipto.
Masjid Universitas yaitu Nurul Iman Masjid Instiper, Masjid Nuruttaqwa UPN Yogyakarta, Masjid Darunnajah STPN Pertanahan. Sementara Masjid perumahan yakni Masjid At Taqwa Perum Minomartani, Masjid Nogotirto Perum Nogotirto. Sedangkan Masjid komplek Pasar yakni Masjid Muttaqin Pasar Beringharjo dan Masjid Pedesaan.
Sebagaimana diketahui Masjid YAMP merupakan masjid yang dibangun di bawah naungan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yang didirikan Presiden ke 2 RI HM Soeharto. Sejak pertama kali dibangun tahun 17 Februari 1982 lalu, masjid YAMP tercatat berjumlah 999 Masjid yang lokasinya tersebar di seluruh Indonesia. Tak seperti masjid pada umumnya, Masjid YAMP memiliki ciri arsitektur khusus sehingga mudah dikenali oleh masyarakat. Antara lain adalah bentuk atapnya yang bersungkup susun tiga sebagaimana masjid Nusantara pada masa lampau.