Menjadi Negara Mandiri dengan Mengolah Kandungan Lumpur Lapindo

OLEH : Dr. Prantasi Harmi Tjahjanti, S.Si,MT**

Berita ditemukannya lumpur Lapindo memiliki kandungan mineral strategis dan termasuk Critical Raw Mineral (CRM) atau Mineral Kritis adalah Rare Earth Element (REE) atau Logam Tanah Jarang (LTJ) serta logam Litium (Lithium/Li) dan logam Storntium (Sr) [Jawa Pos, 24-25 Januari 2022], membawa khabar gembira khususnya bagi peneliti-peneliti yang membidangi keilmuan ini. Logam Li terdapat dalam Golongan IA, termasuk dalam kelompok Alkali.

Dr. Prantasi Harmi Tjahjanti, S.Si,MT

Dulu saat penulis masih SMA dan diwajibkan untuk menghafalkan elemen/unsur yang ada di dalam Tabel Periodik, maka cara menghafal elemen/unsur dalam Golongan IA, di luar Hidrogen (H) dimana Li terdapat pada Golongan IA, adalah: “Lina Karib Cs Fransiska”. Kalimat tersebut merupakan singkatan dari elemen/unsur: Li, Na, K, Rb, Cs, Fr. Demikian juga cara menghafalkan Golongan IIA dimana Sr ada di dalamnya dengan kalimat: “Bemoca Sribara”. Kalimat tersebut merupakan singkatan dari elemen/unsur: Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra. Cara menghafal dengan kalimat-kalimat seperti itu ternyata sangat jitu dan terus menancap di otak sudah hampir 36 tahun sekarang ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, penambangan Lithium telah mendapatkan popularitas dan telah menjadi bagian yang sangat penting dari masa depan dunia. Ini diterapkan pada banyak aplikasi industri; seperti pada produksi kaca dan keramik tahan panas, gemuk lithium, dan banyak produk lainnya. Faktanya, lebih dari 50% lithium yang ditambang digunakan untuk produksi baterai, dan dengan peningkatan pesat dalam baterai lithium yang digunakan pada perangkat elektronik dan kendaraan bertenaga baterai lithium-ion.

Sementara logam Sr termasuk masuk alkali tanah mempunyai sifat basa dan banyak ditemukan dalam mineral tanah. Unsur-unsur logam alkali tanah hanya ditemukan di alam dalam bentuk senyawa karena bersifat reaktif. Kelimpahan mineral/senyawa logam alkali tanah di alam Sr sebagai selestit (SrSO4) dan stronsianit (SrCO3).

Sedangkan LTJ bila kita lihat dalam Tabel Periodik, terletak sebagian besar di bawah, kecuali lanthanum (La) dan scandium (Sc), yang terletak pada Golongan IIIB. Sementara yang terletak di bawah bagian Tabel Periodik antara lain cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodymium (Nd), promethium (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), dysprosium (Dy), Holmium (Ho), Erbium (Er ), Thulium (Tm), Ytterbium (Yb), Lutetium (Lu), dan Yttrium (Y). Ke-17 LTJ tersebut merupakan unsur-unsur yang sangat berperan dalam pengembangan industri maju berbasis teknologi.

Secara signifikan, kehadiran komoditi LTJ mampu menyumbang dalam peningkatan teknologi modern yang ada disekitar kita, seperti telepon selular, komputer, batere isi ulang, magnet, lampu fluoresen dan peralatan elektronik lainnya untuk keperluan sipil maupun militer. Untuk kebutuhan mendatang, komoditi ini sangat berperan dalam menjawab kebutuhan sumber energi yang ramah lingkungan dan efisien (enviromental friendly energy) serta kebutuhan akan pertahanan negara.

Bagaimana Proses Penambangannya

Ada dua proses yang digunakan untuk menghasilkan Li, yaitu penambangan air asin dan batuan keras. Proses penambangan air asin terdiri dari pengeboran ke reservoir salar bawah tanah dan mengekstraksi air garam salar dengan memompanya keluar dan masuk ke kolam penguapan. Setelah dipompa ke kolam penguapan pertama, air garam melewati proses penguapan multi-langkah di mana air garam dipindahkan ke sejumlah kolam berbeda yang mengubah air garam dari cairan menjadi peningkatan konsentrasi padatan terlarut.

Proses ini memakan waktu lama dan dapat memakan waktu lebih dari 15 bulan untuk menyelesaikannya sebelum bahan dialihkan ke lithium klorida (LiCl). Setelah dialihkan menjadi lithium klorida, kemudian dimurnikan dan dipekatkan untuk menghasilkan lithium hidroksida (LiOH) yang digunakan untuk membuat produk seperti baterai lithium-ion. Penambangan air asin salar adalah yang paling umum dibandingkan dengan mengekstraksi lithium dari batuan keras. Biaya penambangan salar lebih murah setengahnya dari biaya penambangan batuan keras untuk lithium.

Sedangkan tahapan eksplorasi untuk menemukan endapan LTJ dengan urutan penyelidikan geologi umumnya dilaksanakan melalui 4 tahap yaitu: survei tinjau, prospeksi, eksplorasi umum, dan eksplorasi rinci. Tahap Pertama, Survey Tinjau (Reconnaissance) adalah tahap eksplorasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi mengandung endapan LTJ pada sekala regional.

Tahap Kedua, Prospeksi (Prospecting) adalah tahap eksplorasi dengan jalan mempersempit daerah yang mengandung endapan mineral yang potensial. Tahap Ketiga, Eksplorasi Umum (General Exploration) adalah tahap eksplorasi yang merupakan deliniasi awal dari suatu endapan yang teridentifikasi. Tahap Keempat, Ekplorasi Rinci (Detailed Exploration) adalah tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci bentuk 3-dimensi terhadap endapan LTJ yang telah diketahui dari pemercontoan singkapan, puritan/sumur uji dan lubang bor. Tentu tidak hanya berhenti pada 4 tahapan tersebut, namun masih dilanjutkan dengan metode eksplorasi dan analisis laboratorium yang meliputi analisis fisika juga analisis kimia.

Kebutuhan LTJ menjadi strategis, terlebih jika dapat dipasok secara mandiri dari sumber daya yang dimiliki. Sekecil apapun sumber daya LTJ yang tersedia menjadi penting setidaknya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produsen utama dunia (Tiongkok/China) yang memonopoli komoditas ini, dengan memasok kurang lebih 90% dari kebutuhan dunia.

Memang dengan melihat proses penambangannya, diperlukan modal/biaya yang besar. Namun bila proyek pemindahan ibu kota negara baru, pemerintah sanggup membiayai anggaran hingga mencapai Rp 501 triliun, maka kalau hanya biaya proyek penambangan LTJ di lumpur Lapindo yang jauh lebih kecil ini tentu saja ada keuangan tersebut. Agar Indonesia tidak selalu bergantung pada negara lain, dan Indonesia menjadi negara mandiri.

**Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Asesor Bidang Ilmu Teknik Material (Ilmu Bahan)

Lihat juga...