Tiga Faktor Kunci Sukses Para Eksportir

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Memasuki belantara perdagangan global merupakan hal yang berbeda dan membutuhkan trik khusus agar mampu sukses menjadi salah satu eksportir tetap ke negara tertentu. Setiap negara memang memiliki karakteristik khusus, tapi secara umum ada tiga hal yang harus dipahami para eksportir sebelum mengambil langkah mengekspor produk.

Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Deden Muhammad Fajri S. menjelaskan, sangat penting bagi para eksportir untuk mengetahui beberapa hal sebelum memutuskan memasuki pasar di negara tertentu. Yaitu memahami pasar, regulasi dan konsumen yang disasar di negara tersebut.

“Para eksportir harus tahu dulu, produk yang dimilikinya itu cocok dan dibutuhkan atau tidak di pasar negara tersebut. Bagaimana tingkat permintaannya, bagaimana cara memasuki pasarnya dan apa yang harus dilakukan dalam penetrasi pasar secara masif dan bersaing dengan produk sejenis yang sudah lebih dahulu masuk,” kata Deden dalam edukasi online eksportir, Selasa (26/10/2021).

Lalu, lanjutnya, dipahami secara detil bagaimana regulasi impor dari negara tersebut.

“Karena dalam masa perdagangan global ini pun, setiap negara tetap berhak melindungi pasar dalam negeri mereka. Sehingga akan ada penerapan berbagai regulasi, umumnya dalam hambatan tarif,” ucapnya.

Jika sudah memahami pasar dan regulasi yang berlaku, barulah eksportir masuk dalam tahapan pencarian buyer atau pembeli.

“Ini lah yang paling tricky. Informasi memang bisa dicari di internet. Tapi diperlukan ketelitian dari para eksportir untuk melihat apakah buyer ini yang sudah biasa melakukan impor atau hanya sekedar trader saja atau bahkan buyer yang memiliki niat buruk,” ucapnya lagi.

Dukungan untuk melakukan ekspor, terutama oleh para milenial, disampaikan oleh Kabiro Humas Kementerian Perdagangan, Ani Mulyati yang menyatakan ada peningkatan ekspor Indonesia beberapa bulan akhir ini, terutama pada bulan Agustus 2021 lalu.

“Neraca perdagangan menunjukkan surplus selama 16 bulan berturut-turut. Hal ini terjadi karena kerja bersama yang dilakukan selama masa pandemi menunjukkan hasil yang positif dan harus terus dipertahankan momentumnya dalam meningkatkan di masa mendatang,” kata Ani dalam kesempatan yang sama.

Untuk semakin meningkatkan volume ekspor ini, ia menyatakan perlunya mencetak eksportir baru khususnya dari generasi muda dan dari UMKM.

“Kami sangat mendorong pencetakan eksportir baru yang sejalan dengan akselerasi pencetakan 500 ribu eksportir baru yang dicanangkan pemerintah pada 17 Februari 2021,” ucapnya.

Meningkatkan ekspor dengan mengoptimalkan perjanjian perdagangan Indonesia baik FTA maupun SEPA perlu dilakukan secara bersama.

“Karena itu, Kementerian Perdagangan melakukan secara terus menerus dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan sosialisasi melalui acara edukasi yang memperkenalkan berbagai peluang dan potensi yang bisa diambil oleh para pelaku eksportir Indonesia,” ucapnya lagi.

Harapannya, tentu dengan dibukanya peluang dan potensi ke seluruh wilayah dunia, mulai dari regional Asia dan Australia, hingga Eropa dan Afrika.

“Kami akan memberikan dukungan dan juga membuka peluang melalui berbagai wadah edukasi hingga membantu melalui perjanjian perdagangan,” tandasnya.

Lihat juga...